Apa Alasan Morgan Stanley Downgrade Peringkat RI ke Underweight?
Demi Ermansyah | 12 Juni 2024, 11:40 WIB

AKURAT.CO Kebijakan fiskal Indonesia dan penguatan dolar AS pada akhirnya menimbulkan risiko terhadap investasi saham.
Itu dibeberkan langsung oleh perusahaan jasa keuangan terkemuka, Morgan Stanley (MS).
Usut punya usut, perubahan sikap Morgan Stanley terjadi ketika dolar AS mulai menunjukkan tren yang lebih tinggi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada hari Rabu dan keputusan Bank Indonesia pada minggu depan.
Dilansir Bloomberg, para analis strategi MS melihat ketidakpastian jangka pendek mengenai arah kebijakan fiskal Indonesia di masa depan serta beberapa kelemahan pasar valuta asing di tengah masih tingginya suku bunga AS dan prospek dolar AS yang kuat.
Lanjut pernyataan para analis MS, program yang direncanakan pun dikhawatirkan menimbulkan beban fiskal yang besar.
"Sedangkan prospek pendapatan Indonesia sampai saat ini masih memburuk," tulis catatan analis MS tersebut.
Karena itu, perusahaan tersebut menurunkan peringkat ekuitas bursa saham Indonesia menjadi 'underweight' dalam alokasi perusahaan di pasar Asia dan negara berkembang.
Menanggapi downgrade outlook tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan bahwa keputusan Morgan Stanley tersebut dapat bisa memiliki pengaruh terhadap investasi Indonesia.
"Tentunya jangka pendek ada pengaruhnya ya, tapi rasanya dampaknya sementara saja," ujarnya.
Menurut Inarno, Morgan Stanley memutuskan mengambil langkah itu karena masih menanti-nanti keputusan kebijakan fiskal dan kepastian program-program baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









