AKURAT.CO Bank investasi dan broker ritel multinasional Amerika Serikat, Morgan Stanley, telah menurunkan peringkat saham global. Mereka beralasan bahwa manfaat yang dirasakan dari pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve akan diimbangi oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah.
"Kekhawatiran kami adalah bahwa dampak positif dari kebijakan yang lebih longgar akan diimbangi dengan dampak negatif dari pertumbuhan yang lebih lemah," kata kepala strategi lintas aset Morgan Stanley, Andrew Sheets seperti dikutip oleh media AS pada Minggu (7/7/2019).
"Kami pikir pelajaran berulang untuk saham-saham selama 30 tahun terakhir adalah bahwa ketika kebijakan yang lebih longgar bertabrakan dengan pertumbuhan yang lebih lemah, yang terakhir biasanya lebih penting untuk pengembalian," kata ahli strategi ini. Sehingga menurunkan peringkatnya pada saham global dari netral menjadi underweight, dan ke level terendah dalam lima tahun.
"Alasan paling mudah untuk perubahan ini adalah sederhana - kami memproyeksikan pengembalian yang buruk," jelas Sheets.
Ia menambahkan bahwa selama 12 bulan ke depan, hanya ada satu persen rata-rata aspek positif (menguntungkan) terhadap target-target harga Morgan Stanley untuk S&P 500, MSCI Eropa, MSCI Emerging Markets dan Topix Jepang.
"Karena pasar telah reli selama bulan lalu, perdagangan global dan data PMI (Purchasing Managers Index) terus memburuk. Ekspektasi inflasi global, harga-harga komoditas dan imbal hasil jangka panjang menunjukkan sedikit optimisme tentang pemulihan pertumbuhan," tambah Sheets.
Sheets mengingatkan para investor bahwa ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga The Fed bulan ini memudar di tengah rebound pada kenaikan pekerjaan pada Juni.
Penambahan 224.000 pekerjaan pada Juni ditambah tingkat pengangguran yang tetap pada level rendah 3,7 persen diyakini mengurangi kasus penurunan suku bunga besar oleh The Fed ketika mengadakan pertemuan kebijakan pada 30-31 Juli.
Mengenai laporan laba perusahaan-perusahaan, Morgan Stanley juga tidak memperkirakan mereka akan membantu meningkatkan pasar saham.
"Pasar mengabaikan risiko bahwa perusahaan-perusahaan menurunkan panduan setahun penuh," tulis Sheets, yang mengingatkan bahwa laba kuartal kedua, yang perusahaan-perusahaan akan laporkan mulai minggu ini, dapat terbukti menyakitkan bagi para investor.
Ahli strategi itu menulis bahwa kelas aset favorit Morgan Stanley masih pendapatan tetap emerging markets.
Indeks Kondisi Bisnis Morgan Stanley mencatat penurunan satu bulan tertajam di Juni ke level 13, turun 32 poin dari Mei. Ini juga tingkat terendah sejak Desember 2008.
Ekonom perusahaan, Ellen Zentner, mengatakan kepada nasabah dalam sebuah catatan bahwa itu menunjukkan penurunan tajam dalam sentimen bulan ini yang berbasis luas di seluruh sektor. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



