Akurat

Pembiayaan Emas BSI Tumbuh 30 Persen

Silvia Nur Fajri | 7 Juni 2024, 10:39 WIB
Pembiayaan Emas BSI Tumbuh 30 Persen

AKURAT.CO PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam bisnis pembiayaan logam mulia. Total penyaluran pembiayaan untuk produk Gadai Emas dan Cicil Emas mencapai Rp8,05 triliun per April 2024, naik 30,5% yoy dibandingkan tahun sebelumnya hingga April 2024.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi. "Emas menjadi aset aman yang dicari, terutama saat eskalasi geopolitik meningkat," ujar Anton.

Ditambahkan Anton, emas tetap menjadi pilihan investasi favorit karena sifatnya yang aman dan kemampuannya melindungi nilai aset dari inflasi. Apalagi, harga emas cenderung naik terutama saat kondisi makro ekonomi yang tidak stabil, seperti menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam setahun terakhir, harga emas naik sekitar 26,2%.

Baca Juga: Transaksi Pembelian Hewan Kurban via BSI Mobile Naik 35 persen

Peningkatan harga emas ini mendorong minat masyarakat untuk melakukan gadai dan cicil emas. Pembiayaan Gadai Emas BSI meningkat dari Rp4,48 triliun menjadi Rp5,12 triliun atau 14,34% YoY per April 2024. Pembiayaan Cicil Emas juga melonjak 73,15% YoY dari Rp1,69 triliun menjadi Rp2,93 triliun.

Kenaikan ini juga meningkatkan pendapatan fee BSI dari gadai, yang naik dari Rp237 miliar pada empat bulan pertama 2023 menjadi Rp270 miliar pada periode yang sama tahun 2024, atau meningkat 14%. Kontribusi unit gadai terhadap total fee based mencapai 17 persen dari Rp927 miliar pada empat bulan pertama 2024.

Jumlah Number of Account (NOA) untuk gadai dan cicil emas di BSI meningkat 37,88% YoY, dari 373.377 menjadi 504.021 akun per April 2024. "Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi emas melalui BSI sangat tinggi," imbuh Anton.

Untuk mendorong pertumbuhan bisnis emas, BSI menerapkan beberapa strategi, termasuk memperluas jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan BSI Agen dan toko emas di berbagai daerah. BSI kini bermitra dengan 39 toko emas dan terus meningkatkan kerja sama dengan PT Aneka Tambang (ANTAM).

"BSI menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan bisnis emas sepanjang 2024, termasuk memfasilitasi layanan emas di lebih dari 1.000 outlet BSI di seluruh Indonesia dan menyediakan layanan digital melalui BSI Mobile untuk cicil emas, tabung emas, dan gadai emas," jelas Anton. 

Selain itu, BSI menawarkan produk cicil emas dengan margin kompetitif dan cicilan ringan hingga lima tahun. Untuk mengantisipasi maraknya kasus emas palsu, BSI telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi risiko. 

"Keamanan pembiayaan emas di BSI merupakan prioritas kami, dan kami memastikan bahwa setiap transaksi berjalan dengan aman dan terpercaya," tegas Anton.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.