AKURAT.CO Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani menanyakan filosofi utama dari hadirnya Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Sebab apabila filosofinya untuk mengurangi angka backlog yang kurang lebih 12 juta maka tidak ada permasalahan, namun jika filosofinya untuk tabungan maka ini harus dipertanyakan.
Menurutnya hal ini tidak relevan apalagi jika mengacu kepada pasal 7 yang menyebutkan tapera ini wajib. Kewajiban ini menjadi problem meski sebenarnya tidak akan menjadi masalah ketika bersifat voluntary atau sukarela.
Baca Juga: Tapera Jangan Sampai Kontraproduktif dengan Pertumbuhan Ekonomi
"Misalnya waktu itu Ketua Bappenas menyampaikan bahwa program Tapera ini sifatnya sukarela. Tapi kan sayangnya kalau kita lihat undang-undang bunyinya bukan seperti itu," ucapnya di sela-sela Forum Rabu Pon yang digelar HIPMI Tax Center di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Alangkah lebih baiknya, lanjut Ajib, dibuat sebuah jalan tengah misal pasal 7 tersebu diganti, bahwa iuran tidak bersifat mandatori (wajib) melainkan bersifat voluntary.
"Nah kalau ini digantikan, secara tidak langsung masyarakat akan menilai sendiri, jika mampu memberikan manfaat lebih, ya masyarakat bisa ikut Tapera misalnya. Karena dalam hal ini kan pemerintah menyampaikan bahwa Tapera punya segudanh manfaat untuk masyarakat. Ya kita uji saja. Kalau bersifat voluntary dan banyak yang ikut, ya itu bagus juga," ucapnya.
Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku keberatan dengan iuran tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang diwajibkan untuk pekerja. Menurutnya, setiap pekerja punya kemampuan finansial yang berbeda.
Sandi juga menyoroti situasi ekonomi saat ini yang menantang, terutama bagi masyarakat kelas bawah harus berjuang menghadapi biaya hidup tinggi.
"Mungkin tidak bisa suatu kebijakan dipukul rata ke semua industri, tetapi harus dipilih mana industri yang bisa dan mana yang enggak," ucapnya.
Selain memberatkan pekerja, Sandi menilai tak semua perusahaan siap. Ia menegaskan ada sektor tertentu yang tengah menghadapi tantangan, seperti padat karya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi










