Akurat

Pemilu 2024 Berjalan Damai, IHSG Hari Ini Ditaksir Menguat ke 7.145-7.307

M. Rahman | 15 Februari 2024, 09:47 WIB
Pemilu 2024 Berjalan Damai, IHSG Hari Ini Ditaksir Menguat ke 7.145-7.307

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditaksir bergerak di kisaran 7.145-7.307 pada Kamis, 15 Februari 2024 usai pemilu serentak.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan pasca agenda pesta demokrasi yang telah dilalui dengan baik oleh Tanah Air, dan ditengah masih terasa hiruk pikuk penghitungan hasil pemilu, saat ini IHSG masih terus melanjutkan pergerakan positif.

"Dengan melalui rentang konsolidasi wajar ditopang oleh membaiknya nilai tukar yang juga menjadi sentimen positif bagi kinerja emiten yang dapat menopang pola gerak IHSG, hari ini iHSG berpotensi menguat ke kisaran 7.145-7.307," ujar William dikutip Kamis (15/2/2024).

Baca Juga: Jelang Pemilu Serentak, IHSG Ditaksir Melaju ke 7.145-7307

Ditambahkan, beberapa menu saham yang patut diperhitungkan hari ini di antaranya UNVR, ASII, BBCA, BBRI, BBNI, ITMG, HMSP, PWON dan KLBF.

Diketahui, IHSG bergerak melemah sepanjang hari Selasa lalu jelang pemilu, tertekan aksi ambil untung. IHSG ditutup turun 1,2% ke level 7.209,7 dengan volume perdagangan tercatat hanya sebesar Rp8,7 triliun di luar transaksi negosiasi.

Para investor tampak berhati-hati memasuki pasar jelang Pemillu. JII pun bergerak melemah sepanjang hari hingga ditutup turun 2,2% ke level 516,6 didorong oleh TPIA yang masih melemah dan ditutup turun 19,6%.

Tak hanya di pasar saham, di pasar obligasi pun relatif sepi dimana para investor tampak berhati-hati jelang Pemilu serta menanti data-data ekonomi dari US dan regional.

Imbal hasil obligasi bergerak flat di sepanjang tenor membawa indeks obligasi IBPA ditutup flat naik 0,03% di level 368,7. Sementara itu nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperdagangkan pada kisaran Rp15.595-Rp15.604 per dolar AS.

Dari sisi eksternal, pasar Asia berakhir lebih rendah pada hari Rabu. Pasar Cina tetap tutup karena hari libur nasional. Saham Korea Selatan melemah karena data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve.

Saham Jepang turun karena kerugian di sektor konstruksi, makanan, dan real estat mendorong saham lebih rendah. Saham-saham Australia turun, dipimpin oleh saham-saham emas dan perbankan, sementara Commonwealth Bank of Australia tergelincir karena pemberi pinjaman ini melaporkan penurunan pendapatan tunai semester pertama.

Sementara saham-saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena inflasi Inggris yang lebih lemah dari perkiraan mendorong harapan penurunan suku bunga oleh Bank of England, sementara para investor menantikan lebih banyak data ekonomi dari zona euro. Saham-saham teknologi naik sekitar 1%, sementara saham-saham pertambangan turun lebih dari 0,5%.

Coca-Cola HBC melonjak di atas 5,5% karena perusahaan ini memperkirakan laba tahunannya akan meningkat setelah melaporkan rekor laba setahun penuh pada tahun 2023. Namun, Heineken merosot hampir 5% karena perusahaan memperkirakan pertumbuhan laba operasional rendah hingga satu digit pada tahun 2024.

Adapun pasar AS menguat pada hari Rabu karena platform berbagi tumpangan Lyft dan Uber menguat, sementara Nvidia menggeser Alphabet sebagai perusahaan paling bernilai ketiga di pasar saham negara itu. Sembilan dari sebelas sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dipimpin oleh keuntungan di sektor industri.

Lyft melonjak lebih dari 20% setelah laba perusahaan mengalahkan estimasi dan mengatakan akan menghasilkan arus kas bebas yang positif untuk pertama kalinya pada tahun 2024. Namun, Cisco anjlok lebih dari 5% usai perusahaan teknologi mengumumkan lay off atau PHK dan proyeksi penjualan lebih rendah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa