Akurat

Reku Jadi PFAK Pertama di Bursa Komoditi Nusantara

M. Rahman | 16 Desember 2023, 21:50 WIB
Reku Jadi PFAK Pertama di Bursa Komoditi Nusantara

AKURAT.CO Reku, tercatat menjadi Pegadang Fisik Aset Kripto pertama di Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX).

Reku, bersama Indodax dan TokoCrypto tercatat menjadi pedagang kripto terbesar di Indonesia berdasarkan volume perdagangan dan jumlah pengguna di Indonesia.

Direktur Utama PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX), Subani mengatakan sedianya terdapat 32 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto atau CPFAK. 

Baca Juga: Masa Transisi Regulator Industri Kripto ke OJK di 2025, Bappebti Terus Kordinasi

Mereka adalah Ajaib Kripto, Bittime, Bitwewe, Cyra, Pluto Next, DigitalExchange.id, Fasset, Galad.id, Gudang Kripto, Kripto Maksima Koin, Luno, Maks, Mobee, TokCrypto, Nanovest, Reku, Pluang, Indodax, PAK, Pintu, NVX, Triv, NagaExchange, Upbit, Coinbit, Phanteras Teknologi, Vonix, Zipmex, Astal, Nobi, Coinx, Incrypto.

Namun 3 di antaranya mengundurkan diri sebagai CPFAK di CFX. "Tiga yang enggak jadi melanjutkan intinya kita sudah coba jemput bola tapi ketika mereka sudah memutusan mundur ya itu sudah dapur mereka masing-masing," kata Subani kepada Akurat.co, Jumat Malam (15/12/2023).

Ditambahkan, CPFAK lainnya juga tengah mengantri untuk melengkapi proses pendaftaran mulai dari melengkapi dokumen, proper test, pengecekan fisik dan sistem. Diharapkan CPFAK lainnya segera menyusul Reku menjadi PFAK.  

"Masing-masing berbeda kesiapannya, ada yang belum siap sistemmnya, dokumennya karena harus kita uji harus sesuai standar untuk melindungi nasabah," kata Subani.

Menurut Subani, pada prinsipnya semua CPFAK sudah beroperasi sebelum CFX hadir. Namun kehadiran CFX dimaksudkan untuk memastikan semua pedagang mematuhi aturan yang sudah dibuat Bappebti, terkait modal dasar Rp100 miliar dan sebagainya.

"Dari sisi permodalan itu mungkin ada yang belum comply, nah kita pastikan agar dia comply agar ketika nanti beroperasi dan mendapatkan izin menjadi pedagang itu sudah sesuai standar yang diinginkan," kata Subani.

Subani menegaskan semakin banyak PFAK di pasar akan semakin baik karena meningkatkan likuiditas pasar dan daya saing dengan pasar global. 

Bappebti juga di satu sisi terus merangkul beberapa perusahaan dalam negeri yang berbisnis kripto di pasar global agar mendaftar ke CFX. Namun CFX sendiri saat ini sedang sepenuhnya menangani antrian pendaftaran CPFAK menjadi PFAK. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa