Akurat

Kinerja Apik BNI Dipercaya Terus Berlanjut Sampai Akhir Tahun

M. Rahman | 4 Desember 2023, 14:24 WIB
Kinerja Apik BNI Dipercaya Terus Berlanjut Sampai Akhir Tahun

AKURAT.CO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang berhasil mencetak pertumbuhan laba 15,1% hingga kuartal III-2023 menjadi Rp15,75 triliun.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memberikan apresiasi terhadap pencapaian tersebut.

Kinerja bottom line BNI yang apik ini tak lepas dari berbagai inisiatif dan strategi ekspansi kredit ke segmen berkualitas tinggi seperti blue chip swasta dan BUMN, kredit konsumer hingga anak usaha.

Baca Juga: Optimalkan Momentum Akhir Tahun, BNI Dorong Pengembangan Segmen UMKM

Misbakhun percaya bahwa performa ciamik BNI bakal terus berlanjut hingga akhir tahun 2023.

"Menuju akhir tahun, prospek kinerja BNI masih bagus karena pertumbuhan kredit domestik masih tinggi seiring dengan kegiatan ekonomi terutama konsumsi rumah tangga dan investasi yang terus terjaga sehingga turut mendorong permintaan kredit lanjutan. Perbankan Top 4 memang solid, termasuk BNI," ujarnya di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Adapun dari sisi kinerja saham, emiten pelat merah berkode BBNI ini diprediksi bakal terguyur sentimen positif dari aksi korporasi stock split. Dalam sepekan terakhir, saham BBNI menguat 60 poin atau sekitar 1,24% ke level Rp4.880.

"Prospek sahamnya masih cukup solid terlihat dari fundamental yang cukup kuat selain dari pertumbuhan laba yang konsisten seperti Non Performing Loan rendah di bawah 5 persen, serta Liquidity Coverage Ratio, dan Net Interest Margin yang cukup sangat cukup," pungkas Misbakhun.

Seperti diketahui, BNI membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,75 triliun pada kuartal III-2023. Laba bersih itu tumbuh 15,05% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang sebesar Rp13,69 triliun.

Di samping itu, pendapatan bunga bersih mencapai Rp31,13 triliun pada kuartal III 2023. Perolehan itu naik tipis 3,10% (yoy) dari sebelumnya Rp30,19 triliun.
 
Akselerasi kredit ini membuat BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,8% (yoy) menjadi Rp671,4 triliun sampai dengan September 2023. Pertumbuhan kredit didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah, yaitu korporasi blue chip baik swasta dan BUMN, kredit konsumer, dan perusahaan anak.
 
Sementara rasio NPL per September berada di level 2,3%, membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3%. Serta LAR di level 14,4% yang membaik dibandingkan dengan posisi 19,3% pada September 2022.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa