RUPSLB, ITSEC Asia (CYBR) Rombak Jajaran Pengurus Dan Lini Bisnis

AKURAT.CO PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) melakukan penyegaran susuan dewan direksi dan komisaris perusahaan yang telah direstui pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Rabu, 29 November 2023.
Lewat RUPSLB, perseroan menghentikan dengan hormat Andri Hutama Putra selaku Presiden Direktur perseroan kemudian mengangkatnya menjadi Komisaris Perseroan dan menghentikan dengan hormat Joseph Edi Hut Lumban Gaol selaku Komisaris Perseroan dan mengangkatnya menjadi Presiden Direktur Perseroan terhitung efektif sejak penutupan Rapat.
Komisaris terpilih, Andri Hutama Putra mengatakan keputusan-keputusan dalam Rapat kali ini dilakukan untuk menyelaraskan visi dan misi Perseroan. Penguatan struktur organisasi dilakukan sebagai bentuk penyegaran dalam mengoptimalkan kinerja jangka panjang sesuai visi dan misi Perseroan.
Baca Juga: Kenali Cybersecurity Dan Pentingnya Keamanan Digital Di Era Digital
"Keseluruhan upaya-upaya perseroan ini adalah untuk memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia jasa keamanan informasi terbesar di Asia Pasifik,” ujar Andri dikutip dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/11/2023).
Dengan adanya perubahan anggota Direksi/anggota Dewan Komisaris Perseroan, maka susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut.
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Patrick Rudolf Dannacher
- Komisaris Independen : Richardus Eko Indrajit
- Komisaris Independen : Agustinus Nicholas L. Tobing
- Komisaris : Rico Rizal Budidarmo
- Komisaris : Yulius C. Rusli
- Komisaris : Andri Hutama Putra
Direksi
- Presiden Direktur : Joseph Edi Hut Lumban Gaol
- Wakil Presiden Direktur : Marek Bialoglowy
- Direktur : Eko Prasudi Widianto
- Direktur : Bima Kurniawan
- Direktur : Bambang Susilo
- Direktur : Doni Mora
Penambahan Lini Usaha
Selain merombak jajaran pengurus, RUPSLB juga menyerujui penambahan beberapa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI yang termasuk di kegiatan usaha penunjang.
"Penambahan beberapa KLBI kami lakukan untuk menunjang kegiatan usaha utama perseroan, dimana hal ini akan menambah kompleksitas usaha perseroan dan memunculkan peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan perseroan," imbuh Andri.
Tambahan informasi, belum lama ini perseroan mengamankan dana segar sekitar Rp110 miliar dari hasil penawaran umum perdana saham atau IPO. Dana segar tersebut rencananya akan digunakan sekitar 87% akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung perluasan tim cybersecurity di Indonesia, Singapura dan Australia, dan untuk membangun tim baru serta menyewa kantor di wilayah-wilayah dimana Manajemen Perseroan melihat adanya peluang pasar.
Selanjutnya, Perseroan akan menginvestasikan modal kerja untuk pemasaran, pembiayaan proyek, serta sertifikasi dan akreditasi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan di masa depan. Selain itu, Perseroan bermaksud untuk menginvestasikan modal kerja dalam membangun tim Research and Development (R&D) untuk mengembangkan produk, alat, dan layanan cybersecurity baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









