Bank Sampoerna Optimistis Kredit Tetap Moncer Di Tahun Politik

AKURAT.CO Bank Sampoerna menilai tahun politik yang lazimnya menahan laju pertumbuhan kredit perbankan tidak akan terjadi di kali ini. Pasalnya, selain karena low base effect, UMKM yang merupakan nasabah mayoritas (60%) perusahaan juga tetap pede menatap tahun politik 2024.
Corporate Communication and Investor Relations Head Bank Sampoerna, Ridy Sudarma mengatakan lazimnya 1 tahun menjelang pemilu kredit perbankan akan melambat. Namun cukup mengejutkan hingga kuartal III-2023 kredit Bank Sampoerna tumbuh cukup tinggi, sekitar 23,1% menjadi Rp11,3 triliun dimana sekitar Rp6,8 triliun atau 60% nya merupakan kredit UMKM.
Untuk itu pihaknya tetap yakin pertumbuhan kredit tahun 2023 setahun penuh tetap akan cukup tinggi dikarenakan low base effect dari tahun sebelumnya yang terdampak Covid-19. Selain itu, secara rumus, lazimnya kredit perbankan bisa tumbuh minimal 2 hingga 3 kali pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi RI tahun 2023 saja sekitar 5%, artinya kreidt perbankan bisa melaju hingga 10-15%.
Baca Juga: Bank Sampoerna Digandeng DFC Lakukan Penjaminan Kredit USD100 Juta Lebih Ke UMKM
Ia juga berharap momentum apik ini bisa terjada id tahun 2024 terutama didorong kinerja nasabah UMKM yang baik dan tetap ekspansif. "Mudah-mudahan nasabah UMKM kita bisa lebih kencang, kalau di tahun politik kan yang bisanya takut itu nasabah besar korporasi sementara kita fokus di UMKM," kata Ridy di sela Media Luncheon di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Lending Center Division Head Bank Sampoerna, Hendra Setiawan menambahkan, sejalan dengan peluang pertumbuhan kredit perusahaan yang besar, pihaknya akan terus meningkatkan credit assasement. Maklum saja, nasabah UMKM perusahaan sudah tumbuh menjadi puluhan ribu.
Secara kualitas kredit, rasio NPL bruto Bank Sampoerna per September 2023 ada di level 3,6% dan NPL neto sebesar 1,9%, meningkat dari tahun lalu di mana NPL bruto di level 2,80% dan NPL neto di level 1,20%. Perusahaan menargetkan NPL secara bruto masih di bawah 4% hingga akhir tahun 2023.
"Jadi nasabah UMKM kita kan sudah puuhan ribu yang kebanyakan bergerak di 3 sektor utama perdagangan, manufaktur dan jasa. KIta akan terus meningkatkan credit assasement. Kita ada 30 sampai 40 partner operasional maupun penyaluran kredit. Jadi kami komunikasikan juga dengan baik ke mereka appetitenya seperti apa, partner checking kita selain SLIK OJK juga sudah banyak termasuk Pefindo. Jadi untuk credit assesment part of mitigasi," imbuh Hendra.
Menurut Hendra, selain bermitra dengan fintek P2P produktif maupun konsumtif besar, pihaknya juga menggandeng agregator seperti CekAja dan Cermati sebagai mitra bisnis yang mereferal calon nasabah ke Bank Sampoerna. Termasuk juga kerja sama dengan fintek yang melayani invoice financing.
Hendra membeberkan untuk bisa lolos credit assasement, UMKM calon nasabah Bank Sampoerna cukup memenuhi 4 dari 5 kriteria seperti memiliki collateral atau jaminan, memiliki pencatatan keuangan yang baik, memiliki rekaman kredit sebelumnya, usahanya sudah cukup mature atau matang serta bergerak di sektor yang favorable bagi Bank Sampoerna.
"Tapi kami bermain di secured loan makanya wajib punya collateral. Tapi yang syarat empat lainnya bisa kita bantu, misalkan tidak punya catatan keuangan yang baik, bisa kita bantu dengan survey lapangan atau interview. Karena kan yang namanya UMKM sekarang mana sih yang bikin laporan neraca atau laba rugi?," kata Hendra
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










