Akurat

Deretan Perbankan Yang Rambah Bisnis Paylater, Ada Bank Kamu?

M. Rahman | 6 Oktober 2023, 18:55 WIB
Deretan Perbankan Yang Rambah Bisnis Paylater, Ada Bank Kamu?

AKURAT.CO Dalam beberapa bulan belakangan perbankan tanah air mula berbondong-bondong masuk ke bisnis paylater

Terkini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merilis layanan Paylater BCA yang menawarkan kemudahan pengajuan dan proses cepat dibandingkan kartu kredit.

Paylater BCA memberikan limit kredit hingga Rp20 juta dengan mekanisme pembayaran yang dapat diputar (revolving) dengan tenor cicilan 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan dengan suku bunga sampai 2% flat per bulan.

 

Masuknya BCA ke bisnis paylater tentu semakin menggeliatkan lanskap perbankan yang masuk ke produk keuangan. 

Baca Juga: Paylater BCA Hadirkan Berbagai Kemudahan

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga telah memperkenalkan fitur paylater dalam aplikasi Livin' by Mandiri. Fitur Livin' Paylater ini dapat digunakan untuk pembiayaan berbagai kebutuhan nasabah di berbagai merchant. Limit Livin' Paylater ini dimulai dari Rp100.000 hingga maksimal Rp20 juta dengan tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, atau 12 bulan.

Di luar mereka, ada PT Bank BTPN Tbk (BTPN) yang sejak akhir kuartal I-2023 telah merambah bisnis paylater melalui platform Jenius dengan menawarkan limit hingga Rp2,5 juta. Lalu, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga menawarkan layanan paylater dengan limit hingga Rp100 juta dengan tenor dari 1 bulan hingga 12 bulan.

Tak ketinggalan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) santer dikabarkan akan masuk ke bisnis serupa melalui platform digital banking OCTO Mobile. Inisiasi BNGA untuk melebarkan sayap ke bisnis paylater didasari oleh target perseroan dalam menyasar kaum milenial, yang mana segmen tersebut memiliki minat yang cukup besar terhadap produk keuangan ini.

Risiko Bisnis Paylater

Di tengah prospek bisnis paylater yang cukup positif, bagaimana risiko yang dihadapi perbankan yang telah melebarkan sayap ke lini bisnis ini? 

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, bisnis paylater cukup prospektif dibanding kartu kredit karena proses aplikasi yang secara online lebih cepat dan digemari tidak hanya untuk pembelian barang via ecommerce tapi juga toko fisik.

Menurut Bhima, yang perlu diwaspadai bank adalah menjaga kualitas pinjaman paylater salah satunya dengan melihat track record debitur dari data SLIK OJK, saldo di tabungan, dan data lainnya. Dengan cara manajemen risiko yang lebih ketat, reputasi paylater bank akan lebih baik dibandingkan paylater non-bank yang saat ini alami kenaikan Non Performing Loan (NPL). Selain itu, bank juga bisa gunakan jaringan nasabah ritel fisik untuk ekspansi penawaran paylater.

"Jadi paylater ini bukan hanya pinjaman konsumtif tapi juga bisa digunakan pelaku usaha skala kecil untuk meminjam modal kerja jangka pendek misalnya dengan fasilitas paylater," kata Bhima. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa