Marak Dedolarisasi, Status Dollar Mulai Runtuh?

AKURAT.CO Menjelang perang dunia kedua, dollar Amerika Serikat menjadi mata uang cadangan internasional menggantikan Poundsterling dalam perjanjian Bretton Woods.
Selain itu, dollar merupakan mata uang yang paling banyak digunakan dalam transaksi internasional serta mata uang yang tidak bisa dipengaruhi naik atau turun nilainya.
Oleh karena itu, sejak 1944, status dollar AS selalu menjadi mata uang yang diandalkan dalam ekonomi global. Namun, pada saat ini status dollar terancam runtuh.
Baca Juga: Kembangkan Potensi Training Digital, JayJay Raih Suntikan Dana 1 Juta Dollar
Dollar diisukan terancam runtuh. Hal tersebut dikarenakan banyak negara yang meninggalkan sistem dollar sebagai mata uang cadangan.
Berikut Beberapa Negara yang Akan Meninggalkan Dollar AS dan Membuat Mata Uang Sendiri
1. Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan (BRICS)
BRICS merupakan kelompok dengan negara negara berkembang teratas di dunia. Pada awalnya, istilah bric dikatakan oleh Econom Inggris, Jim O’Neill pada tahun 2001 yang menyebutkan terdapat empat negara yang memiliki potensi ekonomi negara-negara maju yang masuk ke dalam G7 pada 2050.
BRIC awalnya hanya memiliki empat anggota saja hingga pada 2006 Afrika Selatan ikut bergabung di dalamnya.
BRICS dengan China sebagai ketuanya telah sepakat untuk mengurangi penggunaan mata uang dollar. Sebagai penggantinya BRICS akan membuat mata uang baru sebagai cadangan dan pengganti dari dollar.
Dengan adanya wacana tersebut banyak negara yang mengajukan menjadi anggota ke enam dari BRICS.
Baca Juga: Awet Muda bak Remaja! 7 Pesona Kim Ji-eun Bintang Drama One Dollar Lawyer
2. ASEAN
Selain BRICS, ASEAN dengan dipimpin Indonesia akan melakukan gerakan mengurangi mara uang dollar sebagai mata uang cadangan. Pada 2017 Indonesia, Thailand, dan Malaysia sepakat untuk menandatangani dedolarisasi. Ketiga negara tersebut sepakat melakukan transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal.
Banyak keuntungan yang dihasilkan dari dedolarisasi di ASEAN. Hingga saat ini, sudah tergabung lima negara ASEAN yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina.
3. OPEC
Tidak ingin ketinggalan dari BRICS dan ASEAN, OPEC yang merupakan kumpulan negara pengahasil minya terbesar di dunia juga sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan dollar. Rencananya, negara-negara angota OPEC akan mengganti dollar dengan yuan mata uang China.
Pada dasarnya jika hal ini terlaksanan, seluruh transaksi minyak dari negara-negara OPEC akan menggunakan mata uang yuan China.
Baca Juga: Keketuaan Indonesia Di ASEAN Bisa Jadi Momentum Dedolarisasi
4. Argentina
Argentina juga ikut melakukan dedolarisasi dan mengganti mata uang cadangan mereka dari dollar menjadi yuan. Hal tersebut akan berdampak pada perubahan mata uang yang digunakan untuk melakukan transaksi import dari dollar ke yuan.
Terlebihnya masih banyak negara yang berupaya untuk lepas dari ketergantungan dollar AS. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








