IHSG Fluktuatif, Pasar Cemas Isu Potensi Turun ke Frontier Market

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang bergerak fluktuatif di tengah sentimen kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status Indonesia ke frontier market oleh MSCI.
Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 8.200–8.400, dengan catatan mampu bertahan di atas level psikologis 8.000.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,06% ke level 8.232,2 pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Tekanan jual dipicu meningkatnya aksi sell-off investor asing, menyusul penurunan peringkat Indonesia oleh sejumlah sekuritas global akibat kekhawatiran terhadap likuiditas dan struktur kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: IHSG Oversold, Analis: Berpeluang Rebound
Phintraco Sekuritas menjelaskan, tekanan jual yang terjadi bahkan sempat memicu trading halt selama 30 menit pada sesi pertama perdagangan.
“Kekhawatiran akan potensi downgrade Indonesia ke frontier market oleh MSCI membuat beberapa sekuritas asing menurunkan peringkat Indonesia, sehingga memicu aksi jual masif,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (29/1/2026).
Meski demikian, setelah perdagangan kembali dibuka, tekanan IHSG mulai berkurang seiring munculnya aksi bargain hunting. Investor memanfaatkan pelemahan harga saham-saham berkapitalisasi besar yang dinilai sudah berada di level valuasi menarik.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI mulai menyiapkan langkah struktural untuk memperkuat pasar modal. OJK memutuskan BEI akan merevisi ketentuan batas minimal saham publik (free float) dari sebelumnya 7,5% menjadi 15%.
Aturan tersebut akan berlaku bagi emiten baru maupun emiten yang telah tercatat di bursa. Emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan ini akan dikenakan exit policy, meski hingga kini mekanisme detailnya masih dalam pembahasan.
Baca Juga: IHSG Trading Halt Lagi, Analis: Momentum Hunting
Selain itu, OJK juga berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) kepada MSCI, yang pada tahap awal akan difokuskan pada emiten konstituen IDX100. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi kepemilikan saham dan memperkuat kepercayaan investor global.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah menunjukkan tanda technical rebound setelah sempat menembus ke bawah moving average 200 (MA200) dan menyentuh level terendah di 7.481.
“IHSG berhasil ditutup kembali di atas MA200. Namun, momentum pelemahan masih relatif dominan, tercermin dari indikator MACD yang masih bergerak negatif,” tulis Phintraco.
Phintraco memperkirakan, selama IHSG mampu bertahan di atas 8.000, peluang penguatan ke area 8.200–8.400 masih terbuka. Namun, jika kembali menembus ke bawah level tersebut, IHSG berpotensi menguji area support di 7.770–7.600 hingga 7.500.
Untuk perdagangan Jumat (30/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham berkapitalisasi besar untuk strategi trading jangka pendek, yakni BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










