TWP90 Pindar Terkendali di Level 3,19 Persen per Mei 2025

AKURAT.CO Di tengah maraknya kasus pindar, tingkat Wanprestasi Pengembalian 90 Hari (TWP90) pinjaman daring atau pindar per Mei 2025 masih terkendali di level 3,19%, jauh di bawah treshold atau batas normal 5%, meski naik dibanding April 2025 sebesar 2,93% dan Mei 2024 sebesar 2,79%, menurut data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan meski TWP90 industri pindar masih aman, tak dipungkiri tren kenaikan TWP90 masih terjadi, disebabkan antara lain adanya peningkatan pendanaan bermasalah.
"Per Mei 2025, terdapat sebanyak 23 Penyelenggara yang memiliki TWP90 lebih dari 5 persen, meningkat 1 Penyelenggara dibandingkan bulan April 2025," ujar Agusman dalam jawaban tertulis OJK, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga: Sengkarut Pindar dan Penguatan Pengawasan OJK
Seperti diketahui, belakangan banyak pindar punya kredit macet atau TWP90 di atas batas normal. Akseleran misalnya, punya TWP90 44,89% per Mei dan bahkan meningkat ke 54,89 per Juni. Selain Akseleran, ada juga KoinP2P dan iGrow yang TWP90nya melonjak.
Meski demikian, lanjut Agusman, OJK terus berupaya menekan laju TWP90 pindar. Di antaranya pertama, melakukan penguatan proses electronic Know Your Customer (e-KYC) dan credit scoring.
Kedua, melakukan penguatan fungsi internal control, pengawasan Dewan Komisaris, internal audit, dan mencegah terjadinya transaksi fiktif dan fraud. erakhir, melakukan penegakan kepatuhan terhadap pihak-pihak dan Pindar yang terbukti melakukan pelanggaran ketentuan.
"Industri pindar diperkirakan akan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2025, didukung dengan penguatan antara lain pengaturan dan pengawasan industri pindar, meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti risiko kredit serta dinamika ekonomi global dan domestic," ujar Agusman.
Kabar baiknya, pada Mei 2025 sejumlah daerah dengan outstanding pendanaan besar dari pindar juga punya TWP90 yang rendah sekaligus tumbuh pesat, termasuk Maluku Utara (152,76% yoy; TWP90 0,87%), Sulawesi Tenggara (98,36% yoy; TWP90 1,59%) dan Sulawesi Tengah (58,02% yoy; TWP90 1,68%).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa









