Tekanan Ekonomi AS Bikin Kripto Anjlok, Kapitalisasi Pasar Turun Drastis

AKURAT.CO Total kapitalisasi pasar crypto masih berada di bawah tekanan yang signifikan, seiring dengan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat. Ketidakpastian ekonomi global semakin menekan sentimen pasar, sehingga menimbulkan penurunan pada berbagai aset digital.
Bitcoin memimpin penurunan, dengan harga sempat menyentuh level terendah intraday pada USD76.600. Penurunan tajam ini mencerminkan aksi jual yang intens di pasar, di tengah fluktuasi yang kian meningkat.
Diantara altcoin, Entangle crypto mencatat koreksi paling dalam, turun hingga 27% menurut data dari Pintu Market. Penurunan tersebut menandakan bahwa volatilitas tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga merambah ke aset digital lainnya.
Seperti yang diketahui dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar crypto mengalami penurunan signifikan, dengan hilangnya sekitar USD57 miliar. Nilai total pasar kini tercatat sebesar USD2,55 triliun, menandakan tekanan yang terus berlangsung di sektor aset digital.
Baca Juga: SHIB Berambisi Masuk Cadangan Kripto AS, Mungkinkah?
Meskipun tren penurunan selama dua bulan terakhir masih berlanjut, pasar crypto tetap bertahan di atas level support kritis di USD2,50 triliun. Level ini dianggap sebagai fondasi yang potensial untuk pemulihan jika sentimen pasar mulai membaik.
Para analis dikutip dari laman InvestorID mengingatkan bahwa jika tren penurunan berlanjut, total kapitalisasi pasar berpotensi menembus level support USD2,50 triliun, yang kemudian dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para investor.
Sebaliknya, jika pasar mampu melakukan konsolidasi di bawah level resistansi USD2,63 triliun, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berlanjut dan potensi pemulihan akan tertunda. Situasi ini mengharuskan para pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Namun, terdapat pula skenario optimis. Apabila total kapitalisasi pasar berhasil menembus resistansi USD2,63 triliun dan mengubahnya menjadi support, hal itu bisa menjadi indikasi pembalikan tren. Dalam kondisi tersebut, pasar berpotensi melonjak hingga mencapai USD2,75 triliun, meningkatkan kepercayaan investor.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Kembali Tertekan Jelang KTT Kripto Gedung Putih
Tidak hanya Bitcoin dan altcoin besar, aset digital lainnya pun menunjukkan dinamika yang tajam. Pada 11 Maret 2025, harga Inspect (INSP) tercatat di Rp66,7, mengalami penurunan tajam sebesar 16,86% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode tersebut, INSP sempat mencapai level tertinggi di Rp80,82 sebelum akhirnya jatuh ke titik terendah Rp64,57.
Secara keseluruhan, penurunan pasar crypto saat ini didorong oleh kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS yang memengaruhi sentimen investor global. Tekanan dari berbagai faktor eksternal ini membuat volatilitas pasar semakin tinggi, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari para pelaku pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







