Mengenal PLTU Batang, Proyek Perdana PII

AKURAT.CO PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) mencatat sejarah baru dengan terlibat dalam proyek pertama mereka, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang di Jawa Tengah. Proyek ini dimulai tak lama setelah PT PII didirikan pada 2009 dan mulai beroperasi pada 2010.
Menurut Direktur Bisnis PT PII, Andre Permana, proyek ini merupakan salah satu inisiatif prioritas pemerintah dan menjadi showcase pertama PT PII dalam mendukung proyek besar.
"Itu merupakan proyek pertamanya PT PII. Jadi sejak kami berdiri di 2009 beroperasi di 2010, kami langsung diterjunkan untuk mendukung satu inisiatif proyek PLTU yang sizenya cukup besar, lokasinya di Jawa Tengah, kota Batang tepatnya. Itu merupakan satu proyek yang menjadi prioritas pada saat itu oleh pemerintah menjadi pilot showcase untuk PT PII," kata Andre di Bogor, Kamis (30/5/2024).
Baca Juga: Akselerasi NZE, PLN Gandeng Bukit Asam Memanfaatkan FABA PLTU
PLTU Batang dipilih sebagai proyek unggulan yang sangat dibutuhkan untuk menutup kebutuhan listrik internasional. Proyek ini juga menggunakan teknologi super kritikal yang meminimalkan emisi, serta dilengkapi dengan sistem pemantauan dampak lingkungan yang ketat.
"Untuk proyek ini ada beberapa masukan bagaimana kalau ini menjadi concern tapi memang secara teknis sudah disiapkan dan ini yang juga kami evaluasi pada saat itu sejauh mana proyek ini menggunakan teknologi yang paling mutakhir yang ada pada saat itu menggunakan teknologi super kritikal, artinya secara emisi sangat diminimalkan untuk emisinya," jelas Andre.
Sejak proyek PLTU Batang, PT PII telah memperluas portofolio mereka ke berbagai proyek infrastruktur lainnya yang lebih berfokus pada energi terbarukan dan keberlanjutan. Beberapa proyek tersebut termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan PLN, proyek geothermal dengan PT Geodipa, proyek-proyek waste energy, serta proyek penyediaan air minum.
"Jadi kami punya program PLTA dengan PLN juga, lalu juga untuk geothermal dengan PT Geodipa, juga proyek-proyek waste energy, dan proyek penyediaan minum. Ini juga hal-hal yang harapannya bisa lebih mengedepankan sustainability dari penyediaan infrastruktur secara dampaknya terhadap lingkungan," tambah Andre.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










