Riset: Pendanaan Startup Beralih Ke EV, Transisi Energi Dan Kesehatan

AKURAT.CO Perusahaan modal ventura (PMV) atau Venture Capital (VC) mulai beralih fokus ke tema investasi baru, seperti kendaraan listrik (EVs), transisi energi, dan kesehatan, berdasarkan laporan Indonesia Venture Capital Report 2023 oleh AC Vantures bersama Bain & Company.
Laporan ini menyebutkan lanskap investasi VC di Indonesia telah berkembang dalam tiga fase yang berbeda.
Fase pertama (sebelum tahun 2020) melibatkan investor terutama berinvestasi pada bisnis platform dengan efek jaringan, khususnya yang memiliki karakteristik pemenang mengambil semua.
Sektor-sektor utama dalam periode ini adalah
e-commerce, mobilitas dan logistik, dan
fintech (e-wallet, pembayaran, dll).
Fase kedua (2020 hingga 2022) ditandai pergeseran prioritas investasi sebagai investor sektor-sektor sasaran yang mendapat manfaat langsung dari pembatasan pergerakan akibat Covid-19 dan lonjakan minat investasi secara global.
Baca Juga: Cari Peluang Investasi Baru, Mandiri Capital Indonesia Bidik 6 Startup Ini
Sektor populer selama fase ini termasuk e-commerce, fintech (dengan khususnya beli sekarang bayar nanti atau paylater, pinjaman, dan platform kekayaan atau wealth tech), dan sedikit pada teknologi Web3.
"Tren saat ini (2023 dan seterusnya) di investasi condong ke arah ESG dan teknologi iklim, khususnya kendaraan listrik (EV) dan teknologi baterai," tulis laporan tersebut dikutip Rabu (15/11/2023).
Teknologi kesehatan tetap kuat dalam iklim kesepakatan yang konservatif, dan terdapat kemajuan dalam merek-merek yang bersifat digital native dan direct-to-consumer (D2C) yang memaksimalkan pengaruh platform e-commerce dan media sosial.
Tren Baru
Laporan ini juga menyoroti setidaknya 5 tren investasi baru yang muncul selama periode pelaporan, sebagai berikut.
1. Investasi teknologi konsumen
Pendanaan di sektor ini mengalami penurunan signifikan dari sekitar USD580 juta di semester l-2022 menjadi sekitar USD81 juta di semester l-2023.
Meski demikian, sentimen investor tampaknya positif, didukung oleh kelas menengah Indonesia yang terys berkembang dan besarnya populasi pekerja.
2. Investasi jasa keuangan
Pendanaan di sektor ini anjlok dari USD1 miliar lebih di semeseter l-2022 menjadi USD25 juta di semester l-2023. Investasi di jasa keuangan pada paruh pertama tahun 2023 sebagian besar mengalir ke insurtech, rural banking dan hipotek.
3. EV dan energi
Pendanaan ke sektor ini mengalami peningkatan yang signifikan, dari sekitar USD3 juta di semester l-2022 menjadi USD18 juta di semester l-2023. Selain itu, investasi senilai USD38 juta di Maka Motors pada semester ll-2023 menghasilkan total investasi YtD 2023 di sektor ini mencapai USD56 juta.
Peningkatan ini sebagian didorong oleh dukungan inisiatif pemerintah, termasuk kebijakan dan peraturan juga subsidi bagi pelanggan ritel. Hal ini menarik konsumen EV secara umum karena difasilitasi dengan pilihan pembiayaan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan kendaraan fosil atau ICE.
Raksasa mobilitas seperti Grab dan GoTo, yang memiliki jaringan pengemudi dan armada kendaraan yang luas, telah memulai kolaborasi dengan merek EV seperti Elektrum.
Pergeseran ini terdorong dukungan dari kepentingan yang luas di sektor-sektor terkait, seperti infrastruktur pengisian dan produsen peralatan asli.
4. Investasi di bidang agritech
Pendanaan di sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2023 secara YtD, dengan
subsektor budidaya perairan menunjukkan 1,2 kali
pertumbuhan dari paruh pertama tahun 2022.
Sebuah sorotan yang signifikan adalah investasi besar dan kuat sebesar USD200 juta di eFishery.
5. Sektor teknologi kesehatan
Pendanaan ke sektor ini melonjak dari USD8 juta pada paruh pertama tahun 2022 menjadi USD51 juta pada paruh pertama tahun 2023.
Sebagai contoh, putaran pendanaan Seri D Halodoc saja mendapatkan dana segar sebesar USD100 juta, meningkatkan total investasi sektor ini secara YtD 2023 menjadi USD151 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






