Akurat Logo

Cegah Kerusakan akibat Lahar Semeru, Kementerian PU Ubah Metode Bangun Sabo Dam

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 8 November 2026, 20:50 WIB
Cegah Kerusakan akibat Lahar Semeru, Kementerian PU Ubah Metode Bangun Sabo Dam
Kementerian PU mempercepat penanganan dampak lahar dingin di Sumbersari, Tempursari, dan Jugosari melalui perbaikan tanggul serta jalan darurat. - Dok. Kementerian PU

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat upaya mitigasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Salah satunya dengan mengubah metode pelaksanaan pembangunan sabo dam untuk mengantisipasi risiko kerusakan konstruksi apabila terjadi erupsi maupun banjir susulan lahar dingin selama proses pengerjaan.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, metode pembangunan sabo dam ke depan perlu dilakukan secara lebih adaptif dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi bahaya di lokasi pekerjaan.

Baca Juga: Kementerian PU Terapkan BIM untuk Perkuat Pengawasan Sekolah Rakyat Tahap II

Pendekatan yang akan diterapkan adalah mengerjakan komponen konstruksi terlebih dahulu di luar titik pembangunan atau pada lokasi yang relatif aman dan tidak jauh dari lokasi sabo dam. Setelah komponen siap, pemasangan dilakukan secara bertahap di titik pembangunan.

Dody menyampaikan, metode tersebut diperlukan agar proses konstruksi tidak seluruhnya dilakukan langsung di alur sungai yang berisiko diterjang aliran lahar dingin. Dengan demikian, material maupun bagian konstruksi yang telah disiapkan dapat lebih terlindungi apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin secara tiba-tiba.

“Jadi, apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin saat proses pengerjaan, risiko kerusakan terhadap hasil pekerjaan dan material yang sudah disiapkan bisa kita minimalkan,” kata Dody, Minggu (8/11/2026)

Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa pembangunan sabo dam merupakan salah satu upaya mitigasi yang telah dilakukan Kementerian PU untuk mengendalikan aliran material vulkanik, mengurangi risiko banjir lahar dingin, serta melindungi kawasan permukiman dan infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga: Kementerian PU Targetkan Bendali Hulu Sungai Ampal Tuntas Desember 2026

Evaluasi terhadap metode pelaksanaan konstruksi menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan efektivitas pembangunan infrastruktur pengendali sedimen di kawasan Gunung Semeru.

Di samping penguatan mitigasi jangka panjang, Kementerian PU melalui balai teknis terkait juga terus mempercepat penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.