Akurat

Menteri PU Tinjau Longsor Bandung Barat, 9 Alat Berat Dikerahkan

Andi Syafriadi | 26 Januari 2026, 07:50 WIB
Menteri PU Tinjau Longsor Bandung Barat, 9 Alat Berat Dikerahkan

AKURAT.CO Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026).

Longsor terjadi pada Jumat (23/1/2026) pukul 03.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi tepatnya di Kampung Pasirkuning RT 05/11 dan Kampung Pasirkuda RT 01/10.

Dalam kunjungannya, Dody menginstruksikan seluruh balai di Jawa Barat untuk terus siap siaga di lokasi memberikan dukungan penanganan darurat dan evakuasi korban yang masih berlangsung.

Baca Juga: Kementerian PU Minta Kendaraan ODOL Tak Lintasi Jembatan Bailey

“Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan lainnya," kata Dody, Minggu (25/1/2026) malam.

Selain itu, setelah tahap tanggap darurat dan evakuasi selesai, Dody meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan kajian teknis menyeluruh.

Kajian ini mencakup jalur air dari bagian hulu di Gunung Burangrang hingga ke wilayah hilir agar aliran air dapat dikendalikan dan mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

"Sedangkan untuk relokasi warga terdampak, kami akan diskusikan dulu dengan pemerintah daerah di mana lokasi terbaik untuk relokasinya," ujarnya.

Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat telah mengerahkan alat berat antara lain 3 unit excavator PC 75 yang standby di lokasi serta 3 unit excavator PC 75 lainnya dalam proses mobilisasi.

Baca Juga: Akses Logistik Jadi Prioritas, Kementerian PU Tangani 6 Jembatan Rusak di Aceh

Selain itu, BBWS Citarum menyiagakan 1 unit excavator PC 200 di lokasi serta memobilisasi 1 unit excavator PC 55. Dukungan tambahan juga datang dari BBWS Cimanuk Cisanggarung yang memobilisasi 1 unit excavator PC 55.

"Dari 9 alat berat yang dikerahkan, sebanyak 6 sudah disiagakan di lokasi. Sudah ada yang mulai dioperasikan untuk membantu evakuasi tapi karena tadi ada longsor susulan, sementara ini alatnya diminta untuk standby dulu sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas," ucap Kepala BBWS Citarum, Marasi Deon Joubert.

Selain dukungan alat berat, Kementerian PU melalui tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat juga telah berada di lokasi tenda pengungsian dan melakukan koordinasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana dasar.

Untuk mendukung kebutuhan pengungsi, Kementerian PU menyiapkan sarana dan prasarana pendukung berupa 2 unit toilet portabel, 2 unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta 2 unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter yang ditempatkan di sekitar lokasi dan posko terpadu.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 44 rumah warga terdampak material longsoran. Berdasarkan data per Jumat malam, tercatat 112 orang dilaporkan hilang, 23 orang selamat, dan 9 orang meninggal dunia, sementara 80 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.