Akurat

Menko AHY: Laut dan Udara Jadi Kunci Konektivitas Indonesia

Hefriday | 24 Oktober 2025, 20:30 WIB
Menko AHY: Laut dan Udara Jadi Kunci Konektivitas Indonesia

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penguatan sektor transportasi udara dan laut menjadi bagian vital dalam upaya memperkuat konektivitas antarpulau di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (24/10/2025), AHY menyampaikan bahwa karakter geografis Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau menjadikan konektivitas sebagai tantangan utama pembangunan nasional. Oleh sebab itu, sektor transportasi laut dan udara harus mendapat perhatian khusus sebagai penghubung utama antarwilayah.

“Pulau-pulau di Indonesia harus semakin terhubung. Laut itu bukan pemisah, tetapi penghubung. Karena itu, kami harus memperkuat transportasi laut dan udara,” ujar AHY.

Baca Juga: AHY: Ekosistem Pembiayaan Yang Kokoh Kunci Kesuksesan Pembangunan Infrastruktur

Menurut AHY, penguatan transportasi laut dan udara akan menjawab berbagai kendala dalam distribusi logistik nasional yang selama ini masih terkendala jarak dan infrastruktur.

Dengan transportasi yang efisien, pasokan bahan pangan, kebutuhan pokok, dan barang industri dapat menjangkau daerah-daerah terluar dengan lebih cepat dan aman.

“Distribusi logistik tidak boleh terhambat hanya karena faktor geografis. Dengan transportasi yang kuat, pemerataan pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh wilayah, dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

AHY menambahkan bahwa perbaikan sistem transportasi tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga integrasi layanan dan sistem pengelolaan yang modern, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen pelabuhan dan bandara.

AHY menegaskan bahwa konsep konektivitas di Indonesia berbeda dengan negara-negara kontinental seperti Amerika Serikat, China, atau Australia.

Negara-negara tersebut memiliki daratan luas yang memungkinkan pengembangan infrastruktur berbasis transportasi darat, seperti jalan raya dan kereta api, secara efisien.

Baca Juga: Kenalkan Sekolah Garuda di SMA Pradita Dirgantara, AHY Optimis Masa Depan Indonesia Makin Baik

“Kalau di negara kontinental, fokusnya bisa ke transportasi darat. Tapi kita tidak bisa begitu. Indonesia ini negara kepulauan, maka strategi pembangunan harus menyesuaikan karakter geografisnya,” jelas AHY.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pendekatan pembangunan berbasis maritim dan udara untuk memastikan seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan terluar, bisa terkoneksi dengan pusat ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, AHY juga mengungkapkan telah menjalin koordinasi dengan gubernur se-Tanah Papua untuk membahas skema pembangunan konektivitas di kawasan timur Indonesia.

Dirinya menilai, wilayah Papua yang memiliki topografi sulit dan jarak antardaerah yang jauh membutuhkan pendekatan khusus agar pemerataan pembangunan dapat terwujud.

“Pembangunan konektivitas di Papua menjadi prioritas karena wilayah ini memiliki tantangan geografis tersendiri. Dengan memperkuat transportasi udara dan laut, kita bisa memastikan pemerataan ekonomi dan akses pelayanan publik,” tegasnya.

Kendati memiliki manfaat strategis, AHY tidak menampik bahwa pembangunan konektivitas berbasis kepulauan membutuhkan biaya investasi yang sangat besar.

Infrastruktur pelabuhan, bandara, armada kapal, hingga sistem logistik digital memerlukan dukungan dana dan komitmen jangka panjang.

“Ini memang membutuhkan biaya besar, tetapi kita harus melihatnya sebagai investasi masa depan bangsa. Konektivitas adalah kunci kemajuan ekonomi,” ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan pembiayaan, AHY menegaskan pemerintah akan mengupayakan kerja sama investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Dirinya membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta dan mitra internasional melalui skema investasi berkelanjutan.

“Agenda prioritas kita sangat banyak, mulai dari penuntasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga swasembada pangan, energi, dan air. Karena itu, untuk pembangunan transportasi, kita perlu kerja sama investasi yang berkelanjutan,” katanya.

AHY menilai, penguatan transportasi laut memiliki arti strategis mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Pemerintah tengah menyiapkan berbagai proyek pengembangan pelabuhan, armada tol laut, dan sistem logistik terpadu guna memperlancar arus barang dan jasa antarwilayah.

“Transportasi laut akan menjadi tulang punggung konektivitas nasional. Dengan sistem tol laut yang efisien, biaya logistik bisa ditekan dan harga kebutuhan pokok bisa lebih merata di seluruh Indonesia,” ujar AHY.

Selain laut, sektor transportasi udara juga menjadi fokus penting, terutama untuk mempercepat akses ke wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau jalur darat maupun laut.

Pemerintah, menurut AHY, tengah mendorong pengembangan bandara perintis, subsidi rute penerbangan, serta integrasi dengan sistem logistik nasional.

“Transportasi udara sangat vital bagi daerah-daerah yang terisolasi. Kita ingin masyarakat di pelosok juga merasakan kemudahan mobilitas dan distribusi barang,” ucapnya.

Dalam pandangan AHY, konektivitas bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Akses transportasi yang merata akan membuka peluang investasi baru, memperluas pasar produk daerah, serta meningkatkan mobilitas tenaga kerja antarwilayah.

“Konektivitas yang kuat akan memperkuat ekonomi nasional. Kita ingin semua wilayah punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Melalui strategi penguatan transportasi laut dan udara, pemerintah berharap Indonesia dapat menjadi negara kepulauan yang benar-benar terkoneksi, tangguh, dan mandiri.

AHY menekankan bahwa visi ini bukan hanya proyek jangka pendek, tetapi komitmen jangka panjang menuju pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.

“Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang terkoneksi dari Sabang sampai Merauke. Bukan hanya lewat infrastruktur, tetapi juga lewat semangat pemerataan dan persatuan,” tutup AHY.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi