Akurat

Empat Proyek Nasional Masuk Finalis Going Digital Awards 2025

Hefriday | 20 September 2025, 16:20 WIB
Empat Proyek Nasional Masuk Finalis Going Digital Awards 2025

AKURAT.CO Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Empat proyek strategis nasional berhasil masuk jajaran finalis dalam ajang Going Digital Awards 2025 yang digelar perusahaan perangkat lunak rekayasa infrastruktur global, Bentley Systems.

Ajang bergengsi tersebut tahun ini menerima hampir 250 nominasi dari 47 negara. Dari jumlah itu, empat proyek asal Indonesia dinilai memiliki nilai inovasi tinggi dan dampak signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Keempat finalis tersebut adalah proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi energi RDF Rorotan karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, digitalisasi perawatan rel kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), transformasi pembangunan LRT Jakarta Fase 1B oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta pengelolaan SPAM Regional Jatiluhur I oleh PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ).

Baca Juga: PSN Targetkan Satelit Nusantara Lima Meluncur Awal September 2025

Menurut Chief Sustainability and Education Officer Bentley Systems, Chris Bradshaw, pencapaian para finalis membuktikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembangunan infrastruktur.

“Finalis tahun ini memperlihatkan dampak nyata dari penggunaan kecerdasan buatan, digital twin, dan teknologi lain dalam meningkatkan produktivitas serta ketahanan infrastruktur,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

Masalah sampah perkotaan menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia. PT Wijaya Karya menjawabnya melalui proyek RDF Rorotan di Jakarta Utara yang masuk kategori Energy Production. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Proyek ini diperkirakan dapat menekan emisi karbon hingga 100.000 ton per tahun sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang. Dengan mengadopsi ekosistem digital Bentley seperti ProjectWise, iTwin, dan SYNCHRO, Wika mampu mempercepat alur kerja hingga 30 persen dan menghemat biaya konstruksi sekitar 15 persen.

Dari sektor transportasi, PT KAI berhasil masuk finalis kategori Rail and Transit dengan proyek digitalisasi perawatan jalur rel. Melalui teknologi digital twin berbasis kecerdasan buatan, KAI membangun sistem prediktif yang mampu mendeteksi potensi kerusakan rel lebih dini.

Hasilnya, waktu perawatan dapat dipangkas dua hingga empat jam per segmen, efisiensi meningkat hingga 40 persen, serta umur aset lebih panjang. Bagi pengguna kereta, inovasi ini berarti perjalanan lebih andal dan risiko gangguan berkurang.

Baca Juga: Muannas Alaidid Desak Pemerintah Bertindak Tegas Hadapi Ancaman Asing di Balik Penolakan PSN

Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang digarap Waskita Karya juga masuk dalam kategori Rail and Transit. Jalur sepanjang 6,4 km yang menghubungkan Velodrome–Manggarai ditargetkan rampung pada 2026. Kehadiran moda ini diharapkan mampu mengurangi 21 juta perjalanan kendaraan pribadi setiap tahun.

Melalui integrasi ProjectWise, iTwin, dan SYNCHRO, Waskita berhasil meningkatkan efisiensi pertukaran data hingga 80% dan menghemat biaya sekitar USD14,82 juta atau setara Rp246,4 miliar.

Dari kategori Water and Wastewater, proyek SPAM Regional Jatiluhur I yang dikelola PT WTJJ juga masuk finalis. Proyek ini saat ini sudah melayani lebih dari 380 ribu penduduk di Karawang, Bekasi, dan sebagian DKI Jakarta.

Penerapan teknologi digital twin dan sistem terintegrasi membuat persetujuan lintas pemangku kepentingan bisa dipercepat hingga 50 persen. Efisiensi energi meningkat 18 persen dan emisi karbon berkurang hingga 1.200 ton per tahun.

Capaian tahun ini memperpanjang jejak Indonesia dalam ajang internasional yang sama. Pada 2023, PT Hutama Karya meraih penghargaan Founders’ Honors berkat proyek Jalan Tol IKN Seksi 3A, disusul prestasi PT Waskita Karya di tahun yang sama atas digitalisasi ekosistem IKN.

Setahun kemudian, pada 2024, PT Wijaya Karya kembali mendapat pengakuan internasional melalui proyek jalan dan tol di IKN yang juga meraih Founders’ Honors.

Going Digital Awards 2025 merupakan bagian dari konferensi tahunan Year in Infrastructure (YII) yang tahun ini berlangsung di Amsterdam, Belanda. Finalis dari berbagai negara akan mempresentasikan proyeknya pada 14–16 Oktober 2025. Pemenang akan diumumkan pada 16 Oktober.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A