PalmCo Perbaiki 19,7 Km Jalan Desa, Warga Nikmati Akses Lebih Mudah

AKURAT.CO Upaya pembangunan berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, anak usaha Holding Perkebunan PTPN III (Persero), kini mulai terasa dampaknya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini telah melakukan perbaikan infrastruktur jalan desa di sejumlah titik di Sumatera dan Kalimantan.
Sepanjang semester pertama tahun 2025, PTPN IV PalmCo telah menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 19,74 kilometer yang tersebar di lima wilayah regional operasionalnya. Wilayah tersebut meliputi Provinsi Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat, dan Lampung. Total dana yang dikucurkan perusahaan untuk mendukung program ini mencapai lebih dari Rp1,13 miliar.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan bahwa program perbaikan jalan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur dasar.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng PTPN III Kembangkan PLTS di Sei Mangke
“Selain memperbaiki jalan, TJSL yang dilakukan juga menghubungkan harapan masyarakat terhadap berbagai akses, di antaranya pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga layanan kesehatan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Jatmiko menjelaskan bahwa di luar program TJSL, PTPN IV PalmCo juga melakukan perbaikan jalan produksi kebun yang kerap dimanfaatkan oleh warga untuk kegiatan sehari-hari.
“Perbaikan jalan juga kami lakukan pada jalan produksi kebun yang juga digunakan warga sekitar untuk kegiatan sehari-hari, dan tentunya ini jauh, sangat jauh lebih panjang dari program TJSL,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk sinergi alami antara operasional perusahaan dan kebutuhan masyarakat. Jalan-jalan yang sebelumnya rusak parah dan menghambat aktivitas kini telah ditingkatkan kualitasnya, memberikan kemudahan akses dan mempercepat waktu tempuh bagi warga.
Salah satu wilayah yang menerima dampak langsung dari program ini adalah Dusun Labak di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di daerah ini, PalmCo melalui Regional 5 memperbaiki dua kilometer jalan utama yang selama bertahun-tahun dalam kondisi rusak berat. Perbaikan ini disambut baik oleh warga setempat.
“Kalau musim hujan, jalanan jadi licin sekali, motor pun sering selip. Tapi sekarang, alhamdulillah sudah padat dan nyaman dilalui,” ujar Vincensius, warga setempat.
Di wilayah Sumatera Utara, program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Simalungun, Asahan, dan Labuhan Batu yang masuk dalam cakupan Regional 1 dan 2.
Sedangkan di Provinsi Jambi, perbaikan jalan dilakukan di daerah Batang Hari, Sarolangun, dan Muaro Jambi. Lampung juga tak luput dari perhatian, dengan pembangunan jalan di kawasan Lampung Tengah seperti Kampung Sukawaringin dan Kampung Srikaton.
Baca Juga: A Cup of Truth, A Sip of Heritage: PTPN I Ekspor Perdana Teh Malabar ke Pasar Global
“Kalau jalan ini tidak bisa dilewati, maka kami harus memutar lebih jauh dan itu bisa menambah waktu tempuh sampai lebih dari dua jam,” kata Syukur, warga Kampung Sukawaringin.
Jenis pekerjaan yang dilakukan dalam program perbaikan jalan ini bervariasi, disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Mulai dari penimbunan, pengerasan menggunakan batu sabes, hingga pemasangan batu split untuk meningkatkan kekuatan permukaan jalan. Hal ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan dasar warga desa, baik untuk akses transportasi, distribusi logistik, maupun mobilitas harian lainnya.
Selain menjadi sarana peningkatan infrastruktur desa, program ini juga memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Dukungan terhadap pembangunan daerah menunjukkan bahwa keberadaan industri perkebunan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi warga.
“(Perbaikan jalan) ini sangat bermanfaat. Terima kasih PTPN yang sudah peduli,” ucap Syukur menambahkan.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian BUMN yang terus mendorong agar setiap entitas bisnis negara memiliki kontribusi sosial dan lingkungan yang nyata di sekitar wilayah operasionalnya. TJSL tidak lagi sekadar menjadi kewajiban formalitas, melainkan sarana membangun pertumbuhan inklusif yang menjangkau komunitas lokal.
PTPN IV PalmCo dalam hal ini menunjukkan bahwa transformasi bisnis BUMN perkebunan dapat bersinergi langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ketika infrastruktur dasar seperti jalan desa dibenahi, dampaknya tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mendongkrak produktivitas warga dan mempercepat distribusi hasil bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







