Akurat

Bendungan Karian Solusi Atasi Penurunan Muka Tanah Jakarta

Hefriday | 12 Januari 2025, 22:15 WIB
Bendungan Karian Solusi Atasi Penurunan Muka Tanah Jakarta

muka tanah

AKURAT.CO Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong pemanfaatan Bendungan Karian sebagai solusi untuk mengurangi penurunan muka tanah di Jakarta.

Masalah land subsidence di ibu kota ini terutama disebabkan oleh penggunaan air tanah yang berlebihan, sehingga menimbulkan risiko banjir rob di kawasan pesisir.  

“Kita tahu bahwa salah satu permasalahan terjadinya penurunan muka tanah adalah akibat terlalu banyaknya pengambilan air tanah, sehingga permukaan tanah menurun,” ujar AHY dalam keterangan resminya, Minggu (12/1/2025).  
 
 
Bendungan Karian yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten, memiliki kapasitas tampung sebesar 314,7 juta meter kubik dengan luas genangan maksimum 1.740 hektare. Bendungan ini diharapkan mampu menyediakan air baku hingga 13.900 liter per detik, dengan distribusi ke Jakarta sebesar 3.450 liter per detik, Jawa Barat 950 liter per detik, dan Banten sebesar 9.500 liter per detik.  
 
Dukungan air baku dari Bendungan Karian diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Jakarta terhadap air tanah. Dengan demikian, penggunaan air dari bendungan ini diharapkan dapat menjadi langkah mitigasi terhadap penurunan muka tanah yang saat ini telah mencapai satu meter setiap 10 tahun.    
 
Selain mengatasi masalah penurunan tanah, Bendungan Karian memiliki fungsi strategis lainnya, termasuk mendukung program swasembada pangan. Bendungan ini akan menyuplai air ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung seluas 21.350 hektare, yang diproyeksikan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 207% menjadi 271%.  
 
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menambahkan bahwa bendungan ini juga memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 318,6 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 1,8 MW direncanakan menjadi bagian dari pemanfaatan energi terbarukan di kawasan tersebut.   
 
Selain itu, Bendungan Karian juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir Jakarta. Menurut Diana, bendungan ini dapat mereduksi banjir di lahan seluas 1.221 hektare. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menciptakan infrastruktur yang multifungsi, tidak hanya untuk air baku dan irigasi, tetapi juga pengendalian banjir.    
 
AHY mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah di pesisir Jakarta saat ini telah mengancam kehidupan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga (KK). Area terdampak diperkirakan mencapai 170 hektare, dengan kondisi yang semakin kritis karena permukaan air sudah lebih tinggi dibandingkan dengan rumah-rumah di kawasan tersebut.  
 
Melihat kondisi ini, AHY menegaskan pentingnya percepatan pembangunan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) untuk menjaga kawasan pesisir tetap aman dari ancaman banjir rob.  
 
Sebagai bagian dari upaya penanggulangan land subsidence, AHY mengusulkan pembatasan penggunaan air tanah di Jakarta. Namun, langkah ini akan diiringi dengan percepatan pembangunan infrastruktur air, seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.  
 
“Penduduk Jakarta ini besar, padat, dan permukaan tanah terus menurun karena kita mengambil air dari dalam tanah,” tegasnya.
 
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk merumuskan regulasi baru guna mengatur penggunaan air tanah.   
 
Pemerintah juga berencana menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merumuskan kebijakan yang mendukung pengelolaan air secara berkelanjutan. Kolaborasi ini mencakup peningkatan infrastruktur air baku, pengurangan penggunaan air tanah, serta pengembangan kawasan pesisir agar lebih tahan terhadap perubahan iklim dan banjir rob.   
 
Selain fungsi-fungsi strategis di bidang air dan energi, Bendungan Karian juga diharapkan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Lebak. Keberadaan bendungan ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat melalui pengembangan sektor pariwisata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa