Menteri Nusron Beberkan Peran Penting Sumatera, Kalimantan dan Papua dalam Program Swasembada Pangan 2027
Demi Ermansyah | 31 Desember 2024, 22:33 WIB

AKURAT.CO Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid menegaskan pentingnya peran tiga wilayah utama Kalimantan, Papua, dan Sumatera dalam proyek food estate nasional.
Dimana dirinya memastikan proyek strategis nasional (PSN) ini tetap berjalan sesuai rencana, tanpa ada pemindahan lokasi seperti isu yang beredar.
“Food estate enggak dipindahkan dari Kalimantan ke Merauke. Kita butuh semua wilayah ini untuk mencapai target swasembada pangan di 2027,” ungkap Nusron saat konferensi pers Capaian Akhir Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (31/12/2024).
“Food estate enggak dipindahkan dari Kalimantan ke Merauke. Kita butuh semua wilayah ini untuk mencapai target swasembada pangan di 2027,” ungkap Nusron saat konferensi pers Capaian Akhir Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Baca Juga: Pembenahan Alur Distribusi Pupuk dan Asa Swasembada Pangan di 2025
Menurut Nusron, untuk mencapai target tersebut, Indonesia memerlukan sekitar 1,6 juta hektare sawah. Tantangannya, banyak lahan sawah terkoreksi setiap tahun untuk dialokasikan ke Lahan Sawah Dilindungi (LSD), terutama di Jawa dan Sumatera.
Menurut Nusron, untuk mencapai target tersebut, Indonesia memerlukan sekitar 1,6 juta hektare sawah. Tantangannya, banyak lahan sawah terkoreksi setiap tahun untuk dialokasikan ke Lahan Sawah Dilindungi (LSD), terutama di Jawa dan Sumatera.
Dimana data menunjukkan, ada 150 ribu hektare sawah yang terkoreksi setiap tahunnya. “Setiap tahun, lahan pertanian dan pangan berkurang cukup signifikan. Pulau Jawa saja terus terkoreksi, gimana mau swasembada pangan kalau nggak ada pengganti?” tambahnya.
Pemerintah kini sedang mengupayakan ketersediaan lahan pengganti untuk memenuhi kebutuhan sawah baru, termasuk mengantisipasi koreksi lahan di masa depan.
Pemerintah kini sedang mengupayakan ketersediaan lahan pengganti untuk memenuhi kebutuhan sawah baru, termasuk mengantisipasi koreksi lahan di masa depan.
Dirinya juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri hilir dan pembangunan perumahan dengan kelestarian lahan pertanian.
“Kalau lahan sawah terkikis terus, kita harus bergerak cepat mencari solusinya. Ini bukan cuma soal pangan sekarang, tapi juga masa depan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









