Akurat

Kementerian PU Kebut Pemulihan Jalan hingga Air Bersih di Sumatera

Hefriday | 19 Desember 2025, 17:49 WIB
Kementerian PU Kebut Pemulihan Jalan hingga Air Bersih di Sumatera

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Upaya tersebut dilakukan melalui langkah tanggap darurat lintas sektor guna memulihkan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.
 
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menyampaikan, bahwa hingga Jumat (18/12/2025) pukul 20.00 WIB, Kementerian PU telah mengerahkan ribuan personel dan peralatan berat ke lokasi bencana. 
 
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi. “Per 18 Desember 2025, Kementerian PU telah menurunkan 1.328 personel serta memobilisasi 872 unit alat berat dan peralatan pendukung,” kata Dody dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
 
 
Dirinya menjelaskan, pengerahan tersebut difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan, pemulihan layanan air bersih dan sanitasi, serta normalisasi sungai dan jaringan irigasi di wilayah terdampak. Penanganan dilakukan secara simultan melalui sektor Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Cipta Karya.
 
Di sektor Bina Marga, Kementerian PU memprioritaskan pemulihan jalan dan jembatan nasional yang rusak akibat bencana. Di Provinsi Aceh, tercatat 38 ruas jalan nasional terdampak, dengan 26 ruas di antaranya telah kembali fungsional. Sementara itu, ruas lainnya masih dalam proses perbaikan, termasuk pemasangan jembatan bailey.
 
Untuk wilayah Sumatera Utara, dari total 12 ruas jalan nasional yang terdampak, sebanyak 10 ruas telah kembali dapat dilalui. Adapun di Sumatera Barat, 29 dari 30 ruas jalan nasional terdampak telah berfungsi, dan ditargetkan seluruhnya pulih sebelum akhir Desember 2025.
 
Sementara pada sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan bendung, hingga rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak. Upaya ini dinilai krusial untuk mengurangi risiko banjir lanjutan dan menjaga pasokan air bagi pertanian.
 
Dody mengungkapkan, total lahan irigasi yang terdampak bencana mencapai ratusan ribu hektare. Di Aceh, luas lahan terdampak tercatat sebesar 108.622 hektare, disusul Sumatera Utara seluas 101.822 hektare, dan Sumatera Barat sebesar 84.971 hektare.
 
Penanganan terhadap jaringan irigasi tersebut dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pemulihan fungsi utama guna menjaga ketahanan pangan dan mendukung aktivitas pertanian masyarakat di daerah terdampak.
 
Selain itu, pada sektor Cipta Karya, Kementerian PU memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama terkait air bersih dan sanitasi. 
 
Hingga saat ini, lebih dari 170 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah ditangani, disertai perbaikan ratusan fasilitas sanitasi. Kementerian PU juga menyalurkan berbagai sarana pendukung, seperti mobil tangki air, hidran umum, toilet portabel, serta instalasi pengolahan air (IPA) mobile ke 20 kabupaten dan kota yang terdampak bencana.
 
Dody menegaskan, seluruh jajaran Kementerian PU tetap disiagakan untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi dengan baik. Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi kunci bagi pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
 
“Pemulihan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa