Kemenhub Gandeng TNI-Polri Pastikan Kelancaran Transportasi Nataru 2025 di Pelabuhan Merak
Yosi Winosa | 25 Desember 2024, 18:52 WIB

AKURAT.CO Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan kesiapan pemerintah dalam memastikan kelancaran transportasi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Fokus utama pemerintah adalah mengelola arus penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten, melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak terkait.
“Kerja sama antara kementerian, TNI-Polri, dan operator pelabuhan sangat diperlukan agar layanan tetap optimal dan keselamatan masyarakat terjamin,” ujar Menhub dalam keterangannya, Rabu (25/12/2024).
Menhub bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah melakukan pengecekan langsung ke Pelabuhan Merak. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan pengelolaan arus penumpang dan kendaraan berjalan dengan lancar.
Untuk mencegah kepadatan, pemerintah menerapkan pembatasan operasional bagi angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih selama periode Natal dan Tahun Baru. Namun, pengecualian diberikan untuk kendaraan yang mengangkut bahan bakar, hewan ternak, bahan pokok, dan barang lain yang bersifat darurat.
"Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan arus penyeberangan dan memastikan kebutuhan logistik penting tetap terpenuhi," jelas Dudy.
Selain itu, kendaraan bermotor golongan VII hingga IX dengan tujuan Sumatera diarahkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara, Serang. Kebijakan ini berlaku sejak 20 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
Pemerintah juga menerapkan sejumlah strategi lain untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Beberapa langkah tersebut meliputi penyediaan buffer zone untuk menampung kendaraan, pengaturan operasional pelabuhan, pemisahan kendaraan besar dan kecil, serta penerapan sistem penundaan (delaying system) untuk mengurangi antrean.
“Kami ingin memastikan seluruh pengguna jasa transportasi dapat berpergian dengan nyaman dan aman selama libur panjang ini,” tambah Menhub.
Menhub juga melaporkan bahwa hingga H-3 Natal, jumlah penumpang di Pelabuhan Merak mengalami penurunan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penumpang yang tercatat mencapai 200.777 orang, dengan jumlah kendaraan sebanyak 48.758 unit.
“Kondisi ini menunjukkan ada pergeseran pola perjalanan, baik karena penggunaan moda transportasi lain maupun perubahan preferensi masyarakat,” ujar Menhub.
Menhub menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan Pelabuhan Merak dilakukan dengan pendekatan terpadu yang melibatkan pengawasan ketat dan kolaborasi antar instansi.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik melalui pengelolaan arus penumpang, pengaturan operasional pelabuhan, hingga menjaga keamanan selama periode libur panjang ini,” tukas Menhub.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah disiapkan, pemerintah optimistis dapat menghadapi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










