OIKN Bakal Uji Coba Taksi Terbang di Samarinda

AKURAT.CO Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menetapkan rencana uji coba taksi terbang untuk Ibu Kota Negara (IKN) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Menurut Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, dalam uji coba ini Hyundai akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Samarinda dan menggunakan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.
"Ada Hyundai dari Korea Selatan (Korsel) yang mau diuji coba Juli, terkait POC taksi terbang,” kata Ali, dikutip Senin (25/5/2024).
Sebelumnya, OIKN telah melakukan uji coba taksi terbang di Bandara Budiarto Curug, Tangerang, dengan taksi terbang dari perusahaan EHang China yang mampu membawa dua orang.
"Kalau yang akan diuji coba di Samarinda ini taksi terbangnya untuk lima orang, sehingga kapasitasnya lebih besar," kata Ali.
Baca Juga: Bandara Samarinda Siap Jadi Lokasi Uji Coba Taksi Terbang di IKN
Selain itu, Ali menyebutkan bahwa taksi terbang ini memiliki potensi sebagai moda transportasi publik dan menggunakan baterai sebagai sumber energi, memungkinkannya terbang hingga jarak 100 km.
"Jadi kalau teman-teman mau ke Balikpapan, Kalimantan Timur atau Palu, Sulawesi Tengah tidak perlu lagi singgah ke Makassar atau Jakarta dengan penerbangan konvensional, namun bisa langsung ke tujuan dengan menggunakan taksi terbang," katanya.
OIKN sedang melakukan evaluasi untuk memastikan taksi terbang ini terjangkau bagi masyarakat luas, dengan mempertimbangkan aspek ekonomisnya.
"Yang pasti perhitungan ekonomis menjadi penting sehingga biayanya tidak membebani masyarakat. Ini pasti kita evaluasi dan diskusikan dalam rangka untuk kepentingan publik," jelasnya.
Selain Hyundai, perusahaan Boeing Wisk dari Amerika Serikat juga tertarik untuk melakukan uji coba di IKN dengan platform drone.
Selanjutnya, Ali menjelaskan bahwa pengembangan taksi terbang masih dalam tahap pengembangan di seluruh dunia, dan belum mencapai tahap komersialisasi karena masih memerlukan pengembangan teknologi dan aturan pemanfaatan ruang udara.
"Di Indonesia kita sudah membuat tim teknis antara Hyundai dan BUMN PT. Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, sehingga ke depannya kita dapat mengembangkan taksi terbang," kata Ali.
PTDI diharapkan dapat menerima transfer pengetahuan untuk mengembangkan taksi terbang di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






