Akurat

Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara

Silvia Nur Fajri | 18 April 2024, 10:54 WIB
Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara

AKURAT.CO Bandara Sam Ratulangi di Manado ditutup sementara usai terjadi erupsi dan sebaran abu vulkanik dari Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Penutupan tersebut berlangsung mulai tanggal 17 April pukul 19.26 WITA hingga 18 April pukul 19.26 WITA, berdasarkan informasi dari ASHTAM nomor VAWR7240.

"Kami harus melakukan penutupan operasional penerbangan Bandara Samratulangi karena sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan," ujar Ambar Suryoko, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Tak Ada Tsunami, Gunung Ruang 944 Kali Gempa dalam Sehari

Monitoring terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan situasi Gunung Ruang dan dampaknya terhadap bandara-bandara di sekitar dengan interval pengamatan lapangan setiap 30 menit hingga 1 jam.

"Kejadian ini adalah situasi force majeur, saya berharap masyarakat khususnya calon penumpang dapat memahami jika ada keterlambatan dan pembatalan penerbangan," tambah Ambar.

Pihak bandara juga mengingatkan maskapai penerbangan untuk memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak, termasuk opsi pengembalian penuh biaya tiket, penjadwalan ulang, atau pengalihan rute ke bandara terdekat jika tersedia kursi kosong.

Selanjutnya, Ditjen Hubud telah mengeluarkan Surat Edaran dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terkait tata cara penanganan erupsi gunung dan dampak abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan.

Beleid tersebut sebagai panduan bagi pihak terkait.

"Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam penanganan force majeure ini agar dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," ujar Ambar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.