Freelancer Perempuan Menang Dua Proyek Bernilai Rp39 Juta Lewat Sribu

AKURAT.CO Seorang freelancer perempuan bernama Vika mencatat pencapaian penting di platform Sribu setelah memenangkan dua proyek bernilai besar dengan total sekitar Rp39 juta. Menariknya, keberhasilan tersebut diraih pada pengalaman freelance pertamanya melalui platform tersebut.
Perjalanan karier Vika tidak selalu mulus. Ia pernah bekerja sebagai magang fullstack developer, sempat berhenti untuk menyelesaikan studi S2 Manajemen Sistem Informasi, lalu kembali ke industri teknologi hingga terdampak pemutusan hubungan kerja.
Situasi itu mendorong Vika beralih ke dunia freelance. Ia melihat peluang baru melalui fitur 'Job post' di Sribu yang membuat klien dapat mempublikasikan kebutuhan proyek dan freelancer mengajukan penawaran.
"Angkanya bukan sekadar kompensasi. Buat saya, itu simbol value dan kepercayaan. Dari situ saya terdorong untuk berani melangkah," ujar Vika, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (10/2/2026).
Proyek yang berhasil dimenangkan Vika adalah pengembangan Sistem Informasi Presensi Administrasi Terintegrasi (SIOMPAI), sistem presensi berbasis AI untuk sekolah dengan fitur pengenalan wajah, geofencing, izin digital dan laporan otomatis. Dalam proyek tersebut, ia berperan sebagai Frontend Developer dalam tim kecil lintas peran.
Menurut Vika, faktor utama kemenangan bukan hanya harga, tetapi kejelasan solusi yang ditawarkan. Ia menyusun proposal secara sistematis, mulai dari ruang lingkup proyek, arsitektur teknologi, hingga timeline dan portofolio.
"Saya fokus memastikan klien langsung paham apa yang akan mereka dapatkan. Dari flow kerja dulu, baru turun ke solusi teknis," jelasnya.
Keberhasilan ini mengubah cara pandang Vika terhadap karier freelance. Ia kini melihat pekerjaan lepas sebagai jalur profesional yang serius sekaligus membuka peluang lebih luas bagi talenta perempuan di sektor teknologi.
Sribu menilai kisah Vika mencerminkan pentingnya transparansi kebutuhan proyek dan kualitas solusi dalam proses seleksi freelancer. "Perbanyak portofolio dan produk yang bisa dijadikan fondasi. Itu sangat membantu saat menyusun proposal," tutup Vika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








