Restrukturisasi xAI Picu Gelombang Pengunduran Diri, Elon Musk Tegaskan Bukan karena Kinerja

AKURAT.CO Elon Musk angkat bicara soal gelombang hengkangnya sejumlah petinggi dan insinyur dari xAI dalam sepekan terakhir. Dari 12 pendiri awal, enam di antaranya kini telah keluar, memicu sorotan luas di industri kecerdasan buatan.
Dalam pertemuan internal, Musk menyebut kepergian tersebut sebagai bagian dari penyesuaian organisasi seiring pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, ada individu yang lebih cocok berada di fase awal startup dibanding tahap ekspansi yang lebih terstruktur.
"Karena kami telah mencapai skala tertentu, kami mengatur perusahaan agar lebih efektif pada skala ini," ujar Musk, dikutip dari The New York Times, Sabtu (14/2/2026).
Melalui platform X, Musk menegaskan restrukturisasi dilakukan demi mempercepat eksekusi bisnis. Ia mengakui perubahan skala perusahaan menuntut evolusi struktur, yang berdampak pada perpisahan dengan sebagian karyawan.
"xAI direorganisasi beberapa hari yang lalu untuk meningkatkan kecepatan eksekusi," tulis Musk di X.
Musk juga menyatakan xAI kini tengah melakukan perekrutan besar-besaran. Ia bahkan mengajak talenta baru bergabung untuk menggarap proyek ambisius berbasis AI.
Namun, hengkangnya setengah dari jajaran pendiri dalam waktu relatif singkat memunculkan pertanyaan tentang stabilitas internal. Di media sosial, narasi 'eksodus massal' berkembang cepat dan memicu spekulasi publik.
Setidaknya 11 insinyur, termasuk dua pendiri, telah mengumumkan pengunduran diri secara terbuka. Beberapa di antaranya menyatakan akan membangun startup baru bersama mantan rekan di xAI.
Salah satu pendiri, Yuhuai (Tony) Wu, menyebut era AI membuat tim kecil dapat menciptakan dampak besar. Sementara Shayan Salehian dan Vahid Kazemi mengisyaratkan keinginan membangun sesuatu yang lebih kreatif di luar laboratorium AI besar.
"Sudah waktunya untuk bab saya berikutnya. Ini adalah era dengan kemungkinan penuh: tim kecil yang dipersenjatai dengan AI dapat memindahkan gunung dan mendefinisikan kembali apa yang mungkin," katanya.
Situasi ini terjadi saat xAI menghadapi kontroversi terkait chatbot Grok yang sempat terseret isu deepfake. Otoritas di Prancis bahkan dilaporkan melakukan penyelidikan terhadap kantor X terkait penyebaran konten tersebut.
Di sisi lain, xAI disebut memiliki lebih dari 1.000 karyawan sehingga dampak jangka pendek dinilai terbatas. Meski begitu, kepergian sejumlah talenta kunci tetap menjadi tantangan reputasi di tengah persaingan dengan OpenAI, Anthropic dan Google.
Dengan kompetisi AI yang semakin ketat dan rencana ekspansi bisnis ke depan, kemampuan xAI menarik serta mempertahankan peneliti top akan menjadi faktor penentu. Restrukturisasi ini pun menjadi ujian penting bagi ambisi Musk di industri kecerdasan buatan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









