Alibaba Rilis Qwen3.5, Siap Masuk Era AI Agen dan Tantang Model AS

AKURAT.CO Alibaba meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Qwen3.5 yang dikembangkan untuk memasuki era AI agen. Pada fase ini, AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri.
Pengumuman tersebut disampaikan pada 16 Februari oleh raksasa teknologi asal China itu. Alibaba menegaskan Qwen3.5 hadir dengan peningkatan besar dari sisi performa dan efisiensi biaya.
Perusahaan mengklaim biaya penggunaan model ini 60 persen lebih rendah dibanding versi sebelumnya. Selain itu, kemampuannya dalam memproses beban kerja skala besar disebut meningkat hingga delapan kali lipat.
Fokus pada Kemampuan Agen Visual
Salah satu fitur baru di Qwen3.5 adalah kemampuannya bertindak mandiri di berbagai aplikasi mobile dan desktop. Alibaba menyebut fitur ini sebagai 'visual agent capability', yaitu AI yang mampu memahami tampilan layar dan langsung mengeksekusi perintah tanpa instruksi berulang.
Pendekatan AI agen kini menjadi tren baru dalam pengembangan model bahasa besar. Sistem tidak lagi sekadar chatbot, melainkan asisten digital yang bisa menjalankan tugas seperti pemesanan, pengolahan data, hingga otomatisasi alur kerja.
Baca Juga: Ekspansi Infrastruktur Global, Alibaba Cloud Siapkan Data Center di 8 Negara
Alibaba menyatakan Qwen3.5 dirancang untuk membantu pengembang dan pelaku usaha bekerja lebih efisien. Model ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas tanpa menambah kebutuhan komputasi serta menekan biaya inferensi.
Persaingan Ketat di Pasar AI China
Peluncuran Qwen3.5 berlangsung saat persaingan industri AI di China kian memanas. Pasar chatbot lokal masih dipimpin Doubao milik ByteDance dengan hampir 200 juta pengguna, yang baru saja diperbarui ke versi 2.0 dengan konsep AI agen.
Di sisi lain, DeepSeek yang sempat menembus pasar global tahun lalu juga bersiap merilis model generasi terbaru. Upaya startup ini sebelumnya sempat mengguncang saham teknologi global dan memperketat kompetisi AI.
Dalam pengumuman Qwen3.5, Alibaba tidak menyebut DeepSeek secara langsung. Namun perusahaan memamerkan hasil uji yang menunjukkan peningkatan dibanding versi sebelumnya serta klaim keunggulan atas sejumlah model AI asal Amerika Serikat.
Strategi Dongkrak Ekosistem Qwen
Alibaba juga gencar meningkatkan penggunaan chatbot Qwen di pasar domestik. Awal bulan ini, perusahaan menghadirkan program kupon yang dapat membuat pembelian makanan dan minuman langsung lewat chatbot.
Dikutip dari laman resmi Qwen AI, Kamis (19/2/2026), strategi tersebut diklaim mampu mendongkrak jumlah pengguna aktif hingga tujuh kali lipat. Meski begitu, implementasinya sempat mengalami beberapa kendala teknis.
Hal ini menegaskan bahwa Alibaba tidak hanya fokus mengembangkan model AI. Perusahaan juga memperkuat integrasi Qwen dengan ekosistem e-commerce dan layanan konsumennya.
Secara keseluruhan, hadirnya Qwen3.5 menunjukkan bahwa persaingan AI kini tak lagi sebatas kemampuan menghasilkan teks. Fokus mulai bergeser ke kemampuan sistem dalam mengeksekusi tugas secara mandiri.
Konsep AI agen dinilai bisa mengubah pola interaksi pengguna dengan teknologi. Konsumen dan perusahaan tak hanya meminta jawaban, tetapi juga menyerahkan pekerjaan langsung kepada sistem.
Jika efisiensi biaya dan peningkatan performanya terbukti stabil, Qwen3.5 berpotensi memperkuat posisi Alibaba di kancah global. Meski demikian, isu stabilitas, skalabilitas dan kepercayaan pengguna tetap menjadi tantangan utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







