Meta Digugat soal Klaim Privasi Enkripsi WhatsApp

AKURAT.CO Meta Platforms Inc. menghadapi gugatan hukum terkait klaim perlindungan privasi WhatsApp. Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di San Francisco dengan tudingan bahwa Meta menyesatkan publik soal keamanan enkripsi pesan.
Para penggugat menilai Meta dan WhatsApp secara keliru menyatakan bahwa seluruh pesan pengguna dilindungi enkripsi ujung ke ujung. Mereka mengklaim perusahaan masih menyimpan, menganalisis dan berpotensi mengakses komunikasi pengguna.
Gugatan yang diajukan pada 23 Januari itu melibatkan perwakilan dari sejumlah negara, termasuk Australia, Brasil, India, Meksiko dan Afrika Selatan. Para penggugat juga menuduh bahwa karyawan Meta dapat mengakses pesan WhatsApp, bertentangan dengan jaminan privasi yang disampaikan ke publik.
Meta membantah keras tuduhan tersebut dan menyebut gugatan itu tidak berdasar. Perusahaan menegaskan bahwa WhatsApp telah menggunakan enkripsi ujung ke ujung berbasis protokol Signal selama lebih dari sepuluh tahun.
Baca Juga: Meta Hentikan Sementara Karakter AI untuk Remaja Demi Keamanan dan Kesehatan Mental
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (28/1/2026), Meta juga menyatakan upaya hukum ini bersifat spekulatif dan hanya bertujuan menarik perhatian publik. Hingga kini, para pengacara penggugat belum memberikan komentar lebih lanjut terkait proses hukum tersebut.
Isu ini kembali ramai setelah muncul laporan gugatan privasi dan komentar Elon Musk di media sosial yang mempertanyakan keamanan WhatsApp. Menanggapi hal itu, Kepala WhatsApp Will Cathcart memberikan klarifikasi terbuka.
Cathcart menegaskan bahwa WhatsApp tidak dapat membaca pesan pengguna karena kunci enkripsi disimpan langsung di perangkat masing-masing pengguna. Menurutnya, perusahaan tidak memiliki akses terhadap isi percakapan tersebut.
Ia juga kembali menekankan bahwa Meta menilai gugatan ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Cathcart menyebut kasus tersebut sebagai upaya mencari sorotan, dengan merujuk pada riwayat gugatan serupa yang pernah diajukan pihak penggugat sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







