Elon Musk Sindir Dewan Perdamaian Trump di Forum Davos

AKURAT.CO Elon Musk menjadi sorotan saat menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, setelah melontarkan sindiran terhadap Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan Musk secara spontan dalam sesi penampilan singkatnya di forum ekonomi global itu.
"Saya mendengar tentang KTT perdamaian. Saya berpikir, apakah itu 'P-I-E-C-E?' Anda tahu, sepotong kecil Greenland, sepotong kecil Venezuela," ujar Elon Musk dalam unggahan @clashreport di platform X, dikutip Minggu (25/1/2026).
Sindiran Musk dinilai sebagai permainan kata antara 'peace' atau perdamaian dan 'piece' yang berarti potongan wilayah. Banyak pihak menafsirkan pernyataan tersebut sebagai kritik terhadap ambisi geopolitik dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Elon Musk memang dikenal kerap melontarkan kritik terhadap WEF dan pertemuan Davos. Sebelumnya, ia menyebut forum tersebut sebagai kumpulan elite global yang tidak dipilih secara demokratis dan kurang mewakili suara masyarakat.
Baca Juga: Elon Musk: China Berpotensi Lampaui Dunia dalam Komputasi AI
Di sisi lain, Donald Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian di Davos dengan tujuan membentuk kembali peran AS dalam upaya penyelesaian konflik dunia. Inisiatif ini menuai skeptisisme karena dianggap terlalu ambisius dan sarat kepentingan politik.
Dalam agenda yang sama, perwakilan pemerintahan Trump juga mempresentasikan gagasan 'Gaza Baru'. Trump bahkan menyebut wilayah Palestina tersebut sebagai kawasan dengan potensi ekonomi besar.
Trump kemudian bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pertemuan terpisah. Kedua pemimpin menyebut pembicaraan berlangsung positif, dengan fokus pada upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Dewan Perdamaian Trump diketahui dibentuk setelah ia mengungkapkan kekecewaan karena belum menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Trump juga berulang kali mengkritik Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dinilainya gagal menyelesaikan berbagai konflik internasional.
Selain isu politik, Musk memanfaatkan forum Davos untuk membahas perkembangan bisnis Tesla. Ia menyatakan optimistis teknologi Full Self-Driving akan mendapat persetujuan regulasi di Eropa dan China dalam waktu dekat.
Musk juga mengungkap rencana masa depan Tesla yang semakin bergantung pada robot humanoid Optimus. Ia memperkirakan robot tersebut mulai dijual ke publik setelah terbukti aman, andal dan mampu menjalankan tugas kompleks dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









