Akurat

TikTok Hadapi Tekanan Baru di AS, Algoritma Kembali Jadi Sasaran Utama

Leo Farhan | 24 Januari 2026, 09:00 WIB
TikTok Hadapi Tekanan Baru di AS, Algoritma Kembali Jadi Sasaran Utama

AKURAT.CO Platform media sosial TikTok kembali berada di bawah sorotan tajam regulator Amerika Serikat setelah anggota parlemen dari dua partai mendorong pembatasan baru terhadap cara aplikasi tersebut mengelola dan menyebarkan konten melalui algoritmanya.

Kekhawatiran utama berpusat pada potensi dampak keamanan nasional serta pengaruh algoritma terhadap opini publik, khususnya di kalangan pengguna muda.

Mengutip AP, algoritma TikTok dinilai terlalu sulit diaudit secara independen. Regulator AS kini menilai pendekatan lama yang hanya berfokus pada kepemilikan perusahaan tidak lagi cukup.

Perhatian bergeser ke struktur teknis algoritma, termasuk bagaimana data pengguna dikumpulkan, diproses, dan dimanfaatkan untuk menentukan konten apa yang muncul di layar pengguna.

Ini menandai fase baru pengawasan media sosial, di mana kode dan logika sistem menjadi fokus utama, bukan sekadar konten bermasalah.

Algoritma sebagai Titik Lemah Regulasi

Sejumlah pakar kebijakan teknologi menilai bahwa algoritma TikTok berpotensi membentuk pola konsumsi informasi yang sulit diprediksi dan dikendalikan.

Sistem rekomendasi yang sangat personal dianggap mampu memperkuat bias, mempercepat penyebaran disinformasi, dan membuat pengguna terjebak dalam siklus konten sempit.

Regulator AS kini mempertimbangkan opsi yang lebih agresif, termasuk kewajiban audit algoritma oleh pihak ketiga atau pembatasan fitur rekomendasi tertentu.

Meski langkah ini belum final, sinyal yang muncul cukup kuat bahwa pendekatan regulasi ke depan akan lebih teknis dan mendalam.

Tekanan terhadap TikTok diperkirakan akan berdampak luas pada industri media sosial global. Jika AS berhasil menerapkan standar audit algoritma, negara lain berpotensi mengikuti.

Bagi platform digital, ini berarti perubahan besar pada cara mereka merancang dan mempertahankan sistem rekomendasi yang selama ini menjadi jantung bisnis mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.