Akurat

Perkembangan AI di TikTok Tanpa Disadari Mengubah Cara Konsumsi Konten

Leo Farhan | 22 Januari 2026, 22:05 WIB
Perkembangan AI di TikTok Tanpa Disadari Mengubah Cara Konsumsi Konten

AKURAT.CO TikTok dalam beberapa waktu terakhir ramai dibicarakan di media sosial terkait pengaruh algoritma berbasis AI terhadap kebiasaan pengguna.

Banyak kreator dan penonton mulai menyadari perubahan pola konsumsi konten yang terasa semakin cepat dan adiktif. TikTok sendiri menjelaskan penggunaan AI ini melalui pusat informasinya.

TikTok menggunakan sistem rekomendasi berbasis machine learning untuk menyesuaikan konten di halaman For You. Setiap interaksi, mulai dari durasi menonton hingga komentar, menjadi sinyal bagi sistem.

Tanpa kita sadari, konten yang muncul semakin spesifik dan personal. Akibat langsung dari sistem ini adalah meningkatnya waktu layar pengguna.

Banyak warganet mengaku menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan. Fenomena ini sering menjadi bahan diskusi terkait kesehatan digital.

Di sisi lain, dampak positif juga muncul bagi kreator. Konten dari akun kecil tetap berpeluang viral tanpa harus memiliki banyak pengikut.

Sistem AI membuka distribusi yang lebih merata dibanding model kronologis. Namun, TikTok juga mengakui adanya risiko echo chamber.

Pengguna bisa terjebak pada jenis konten tertentu secara berulang. Karena itu, TikTok menyediakan fitur pengaturan minat dan Not Interested.

Dari sudut neurosains, paparan konten cepat memicu respons dopamin yang kuat. Otak terdorong untuk terus mencari stimulus baru. Inilah yang menjelaskan mengapa pengguna sulit berhenti scrolling.

Akibat penggunaan AI di TikTok bukan hanya soal hiburan, tetapi perubahan cara manusia mengonsumsi informasi. Kesadaran dan pengaturan penggunaan menjadi kunci agar dampaknya tetap sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.