Akurat

Game Online Jadi Sasaran Baru Kejahatan Siber, Ini Alasannya

Yusuf Tirtayasa | 23 Januari 2026, 20:57 WIB
Game Online Jadi Sasaran Baru Kejahatan Siber, Ini Alasannya

AKURAT.CO Industri game global yang nilainya menembus ratusan miliar dolar kini menghadapi ancaman serius dari meningkatnya kejahatan siber yang secara khusus menargetkan para pemain.

Dalam laporan terbaru Associated Press, pakar keamanan memperingatkan bahwa gamer kini menjadi sasaran empuk bagi penjahat digital karena tingginya nilai akun, aset virtual, dan data pribadi yang terhubung ke platform game populer.

Menurut laporan tersebut, serangan tidak lagi terbatas pada pencurian akun sederhana. Penjahat siber kini menggunakan teknik canggih seperti malware tersembunyi dalam mods, penipuan in-game currency, serta eksploitasi fitur sosial dalam platform game untuk mencuri data dan uang nyata.

Skala ancaman ini meningkat seiring pertumbuhan ekosistem game online yang semakin terhubung dengan sistem pembayaran digital dan media sosial.

Mengapa Gamer Menjadi Target Ideal

Banyak pemain, terutama anak muda, tidak memiliki kesadaran keamanan digital yang memadai. Akun game sering kali terhubung dengan email utama, kartu kredit, dan dompet digital, menjadikannya pintu masuk ideal bagi pelaku kejahatan siber.

Selain itu, nilai ekonomi item digital seperti skins, karakter langka, dan mata uang virtual menciptakan pasar gelap yang sangat aktif.

Akun dengan progres tinggi dapat dijual kembali dengan harga signifikan, membuat pencurian akun menjadi aktivitas kriminal yang menguntungkan.

Lonjakan serangan ini mendorong pengembang game dan platform distribusi untuk memperkuat sistem keamanan mereka, termasuk autentikasi dua faktor dan pemantauan aktivitas mencurigakan.

Pahwa perlindungan teknis saja tidak cukup tanpa edukasi pengguna. Bagi orang tua dan regulator, fenomena ini memperluas diskusi tentang keamanan anak di dunia digital.

Game tidak lagi sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi dan sosial yang memerlukan perlindungan setara dengan platform keuangan atau media sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.