Akurat

Orang Tua di China Gunakan AI untuk Pantau Pekerjaan Rumah Anak

Leo Farhan | 20 Januari 2026, 23:10 WIB
Orang Tua di China Gunakan AI untuk Pantau Pekerjaan Rumah Anak

AKURAT.CO Dalam salah satu perkembangan menarik yang menunjukkan perubahan cara orang tua berinteraksi dengan teknologi di era AI, banyak orang tua di China telah mulai menggunakan aplikasi kecerdasan buatan untuk memantau pekerjaan rumah anak mereka.

Ini sebuah fenomena yang mendapatkan perhatian global, seperti dilaporkan oleh ABC News Australia. Teknologi ini menggunakan chatbot berbasis AI yang dipasang pada ponsel anak untuk memberikan arahan, saran, dan pengingat ketika anak belajar di rumah.

Sistem ini menarik minat jutaan keluarga karena dianggap mampu membantu pendidikan anak di tengah kesibukan kerja orang tua modern.

Salah satu penggunaan yang paling populer melibatkan chatbot AI yang dapat memantau aktivitas anak melalui kamera dan audio ponsel. Ketika anak mulai mengerjakan tugas, sistem akan memberi perintah berupa instruksi belajar, pengingat waktu, atau bahkan koreksi jika anak kehilangan fokus.

Misalnya, ketika anak terlihat santai, chatbot akan mengingatkan untuk kembali fokus pada tugasnya, hampir seperti memiliki “tutor digital pribadi”.

Banyak orang tua mengunggah video interaksi mereka dengan sistem AI ini di media sosial, yang kemudian viral dan memicu diskusi lebih luas tentang dampak sosial dan psikologis teknologi semacam itu.

Fenomena ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi AI di kehidupan sehari-hari, tetapi juga mempertanyakan batasan etika, privasi, dan keseimbangan antara bantuan teknologi dan keterlibatan orang tua secara langsung.

Kekhawatiran Ketergantungan Teknologi

Para kritikus menyoroti bahwa AI mungkin membantu dalam hal efisiensi waktu, tetapi hal ini juga menciptakan kekhawatiran tentang ketergantungan teknologi dalam pola asuh anak.

Beberapa orang tua dilaporkan merasa AI lebih sabar dan konsisten dalam mengingatkan anak belajar dibandingkan metode tradisional, namun ada pula yang khawatir bahwa interaksi semacam ini dapat mengurangi hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Selain itu, penggunaannya menimbulkan pertanyaan penting tentang privasi data anak. Ketika kamera dan mikrofon ponsel digunakan untuk memberikan feedback real-time, data anak terekspos kepada perusahaan teknologi yang mengembangkan AI tersebut.

Itu membuka bahaya potensial jika data tidak dilindungi dengan baik atau disalahgunakan. Para pakar hukum dan privasi digital kini mendesak pemangku kebijakan untuk menetapkan standar perlindungan yang lebih jelas terkait penggunaan AI pada anak, terutama ketika data biometrik dan perilaku diproses oleh sistem digital.

Di sisi lain, fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi AI tidak hanya membentuk cara kita bekerja dan bersosialisasi, tetapi juga cara kita mendidik generasi berikutnya.

Di China, di mana tekanan akademis sering tinggi dan orang tua mencari solusi efisiensi waktu, AI belajar dapat menjadi alat yang menarik. Hal ini juga memicu debat global tentang batasan teknologi dalam kehidupan anak: apakah teknologi dimaksudkan untuk memperkuat peran orang tua, atau malah menggantikannya?

Perkembangan ini selaras dengan tren global di mana AI semakin diintegrasikan dalam kehidupan pribadi, dari pekerjaan, rumah tangga, hingga pendidikan anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.