Setelah 50 Tahun, NASA Kembali Kirim Manusia Mengelilingi Bulan Lewat Artemis 2

AKURAT.CO NASA kembali menyiapkan misi berawak mengelilingi Bulan melalui Artemis 2 setelah lebih dari lima dekade. Misi ini menjadi tonggak penting sejak terakhir kali manusia melakukan perjalanan serupa pada era Apollo awal 1970-an.
Peluncuran Artemis 2 dijadwalkan berlangsung pada awal 2026 menggunakan roket Space Launch System. Empat astronot akan terbang dengan pesawat Orion untuk menguji kesiapan manusia dan teknologi di luar orbit rendah Bumi.
"Kita masih memiliki langkah-langkah penting yang harus ditempuh menuju peluncuran dan keselamatan," ujar Lori Glaze selaku penjabat administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).
Berbeda dengan misi Apollo, Artemis 2 tidak dirancang untuk mendarat di Bulan. Fokus utamanya adalah pengujian sistem, keselamatan kru, serta kemampuan pesawat dalam perjalanan ruang angkasa jarak jauh.
Pendekatan Artemis dinilai lebih hati-hati dan terencana dibandingkan program sebelumnya. NASA memprioritaskan keandalan sistem dibandingkan pencapaian spektakuler dalam satu misi.
Pesawat Orion akan mengelilingi Bulan melalui lintasan kembali bebas tanpa memasuki orbit bulan. Jalur ini membuat pesawat dapat kembali ke Bumi secara alami jika terjadi kegagalan mesin.
Selama misi berlangsung, astronot akan menjalani aktivitas harian seperti makan, tidur, berolahraga dan mengendalikan pesawat secara manual. Data dari aktivitas tersebut penting untuk memastikan sistem pendukung kehidupan berfungsi optimal.
Artemis 2 juga berperan besar dalam rencana jangka panjang eksplorasi luar angkasa. Pengujian komunikasi, radiasi dan isolasi menjadi bekal penting untuk misi manusia ke Bulan dan Mars.
Keberhasilan Artemis 2 tidak diukur dari pendaratan atau tontonan visual. Misi ini dinilai sukses jika seluruh sistem bekerja sesuai rencana dan kru kembali ke Bumi dengan selamat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









