Akurat

Perkuat Sains dan Kapasitas Riset Kelautan, OceanX–BRIN Mulai Ekspedisi Laut Dalam Sulawesi

Leo Farhan | 6 Desember 2025, 13:36 WIB
Perkuat Sains dan Kapasitas Riset Kelautan, OceanX–BRIN Mulai Ekspedisi Laut Dalam Sulawesi

 

AKURAT.CO OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memulai ekspedisi laut dalam untuk meneliti rangkaian gunung laut Sulawesi, salah satu kawasan paling terpencil di Indo-Pasifik.

Misi Desember–Januari ini bertujuan mengungkap dinamika geologi, keanekaragaman hayati, dan proses ekosistem yang saling terhubung di bawah Cincin Api Pasifik.

Kolaborasi OceanX dan BRIN dinilai strategis karena menggabungkan teknologi eksplorasi laut dalam kelas dunia dengan kepemimpinan ilmiah Indonesia, sehingga membuka peluang besar untuk memetakan wilayah laut dalam yang selama ini minim penelitian.

Kerja sama ini tidak hanya menghadirkan data geologi dan keanekaragaman hayati yang lebih komprehensif, tetapi juga meningkatkan kapasitas peneliti Indonesia melalui pelatihan langsung di kapal riset modern.

Ekspedisi diawali kegiatan edukasi publik di Bitung pada 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026. Misi ini melanjutkan temuan penting riset OceanX–BRIN 2024 yang berhasil memetakan lima gunung laut di utara Sulawesi yang sebelumnya belum teridentifikasi.

Tahun ini, cakupan riset diperluas dengan tim ilmiah lebih besar dan perangkat eksplorasi lebih canggih untuk menghasilkan dataset laut dalam terlengkap bagi Indonesia. Co-CEO dan Chief Scientist OceanX Vincent Pieribone menegaskan pentingnya misi ini.

"Gunung laut dapat membentuk arus, menjadi rumah bagi spesies langka, dan menjadi batu loncatan kehidupan di laut dalam. Dari ratusan gunung di perairan Indonesia, hanya sedikit yang telah dieksplorasi. Maka dari itu, kami berharap melalui kerja sama dengan BRIN dapat memberikan kita perspektif baru tentang bagaimana laut dalam Indonesia mendukung ekosistem lautnya yang lebih luas,” ujarnya.

Menyibak Sistem Geologi dan Ekosistem Laut Dalam

Kapal riset OceanXplorer kini bergerak menuju lokasi penelitian melalui dua tahap riset.
Tahap pertama fokus pada fitur geologi dan hidrotermal, mencakup pemetaan resolusi tinggi, survei visual, serta profil dasar laut untuk memahami struktur vulkanik dan formasi tektonik.

Tahap kedua meneliti keanekaragaman hayati serta dinamika ekologi gunung laut menggunakan ROV, kapal selam, pengambilan sampel DNA lingkungan, dan instrumen oseanografi. Teknologi AI SeaSwipe milik OceanX juga akan mempercepat anotasi gambar secara real time untuk memetakan spesies dan habitat.

Kepala BRIN Arif Satria menekankan arti strategis ekspedisi ini. “Sebagai negara kepulauan dan pusat keanekaragaman hayati dunia, Indonesia harus memimpin sains kelautan di kawasan. Ekspedisi bersama OceanX bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan bangsa dalam memetakan, memahami, dan mengelola laut dalam secara mandiri. Inilah fondasi penting menuju transformasi blue economy Indonesia,” ujarnya.

Misi ini juga memperkuat kapasitas riset nasional dengan melibatkan peneliti muda BRIN dan mahasiswa dari berbagai universitas. Mereka akan memperoleh pengalaman langsung terkait pemetaan laut dalam, pengambilan sampel, genomik, hingga pemrosesan data.

Upaya ini selaras dengan road map riset nasional, Proyek KRISNA (Kapal Riset Nasional), serta strategi pengembangan Ekonomi Biru yang didukung AFD France.

Bappenas turut mendukung misi ini, menekankan pentingnya riset kelautan untuk tata kelola berbasis data dan pengembangan sektor ekonomi biru yang berkelanjutan. Momentum ini juga diharapkan meningkatkan literasi kelautan bagi pembuat kebijakan dan masyarakat luas.

Dataset yang dihasilkan akan menjadi dasar perencanaan tata ruang laut, penilaian risiko geologi, serta baseline keanekaragaman hayati kawasan Sulawesi Utara. Data ini juga akan mendukung riset lanjutan dan perencanaan jangka panjang pemerintah.

Dengan kombinasi eksplorasi ilmiah, penguatan kapasitas, dan integrasi data skala besar, ekspedisi OceanX–BRIN digadang menjadi tonggak penting bagi ilmu kelautan Indonesia, memperdalam pemahaman laut dalam sekaligus memperkuat tata kelola samudra nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.