Akurat

Apa Itu Autofocus? Pengertian, Cara Kerja dan Jenis-jenisnya dalam Fotografi

Eko Krisyanto | 30 November 2025, 15:23 WIB
Apa Itu Autofocus? Pengertian, Cara Kerja dan Jenis-jenisnya dalam Fotografi

AKURAT.CO Pernahkah kamu membidik sebuah objek dengan kamera tetapi hasil fotonya tampak blur? Saat ini, banyak kamera yang sudah dilengkapi dengan sistem Autofocus yang memungkinkan kamera "menangkap" fokus secara otomatis.

Namun, Autofocus bukan satu hal yang sederhana, ada banyak jenis, mode, serta teknik pemakaian agar hasil foto benar-benar tajam dan sesuai keinginan.

Autofocus merupakan kemampuan kamera untuk secara otomatis mengatur posisi lensa agar objek yang dituju tampak tajam di foto.

Autofocus tidak hanya membuat hidup lebih mudah, terutama saat memotret subjek bergerak atau situasi mendadak tetapi juga memungkinkan fotografer konsisten mendapatkan hasil tajam tanpa harus mengira-ngira secara manual tiap kali mengambil gambar.

Metode, Mekanisme, Kelebihan dan Kekurangan Autofocus

1. Metode
● Phase Detection Autofocus (PDAF/Phase-AF)
● Contrast Detection Autofocus
● Hybrid/Kombinasi (Phase+Contrast+Metode Lain)

2. Mekanisme
● Sensor membagi cahaya dari lensa menjadi dua jalur, lalu membandingkan perbedaan fase untuk menentukan jarak objek dan menggerakkan lensa ke posisi fokus.
● Kamera mengevaluasi kontras dalam gambar: lensa digeser maju-mundur sampai kontras maksimal tercapai.
● Menggabungkan kelebihan dua metode di atas dan bisa juga menggunakan bantuan jarak seperti laser/ToF dalam kondisi gelap.

3. Kelebihan dan Kekurangan
● Cepat dan cocok untuk objek bergerak. Namun terkadang kurang akurat di kondisi kontras rendah.
● Akurat terutama untuk objek diam, tetapi biasanya lebih lambat dibanding Phase-AF.
● Memberikan keseimbangan antara kecepatan dan akurasi, cocok untuk berbagai kondisi pemotretan.

Jenis Autofocus dan Waktu Penggunaannya

1. AF-S/Single AF (One-Shot) > Fokus dikunci sekali saat tombol rana ditekan separuh. Cocok untuk objek diam seperti lanskap, arsitektur, potret statis.

2. AF-C/Continuous AF (Servo/Tracking) > Kamera terus memperbarui fokus selama tombol rana ditekan, ideal untuk objek bergerak seperti olahraga, hewan, anak-anak, aksi cepat.

3. AF-A/Auto AF (Switching) > Kamera otomatis menentukan apakah akan menggunakan mode single atau continuous berdasarkan gerakan subjek. Cocok untuk subjek kadang diam, kadang bergerak seperti hewan, anak, aktivitas alam, dsb.

Selain itu, kita juga bisa memilih area fokus seperti:

1. Wide/Auto-area - Kamera memilih titik fokus sendiri. Cocok untuk snapshot cepat, tetapi bisa saja fokusnya bukan di objek utama.

2. Spot/Flexible-Spot/Zone/Center - Kita pilih sendiri titik fokus. Cocok untuk potret, makro, atau subjek yang tepat ingin disorot.

Kapan Autofocus Bisa Gagal dan Solusinya

1. Minim cahaya atau kontras rendah, misalnya ruangan gelap, langit cerah polos, dinding kosong, maka sensor akan sulit menentukan titik fokus. Disarankan untuk menggunakan Manual Focus.

2. Banyak lensa memiliki jarak fokus minimum, jika jarak terlalu dekat maka AF tidak bisa fokus.

3. Depth of field sangat dangkal, misalnya aperture besar, lensa tele, blur latar belakang, maka fokus akan meleset meskipun AF "mengunci." Disarankan untuk perhatikan aperture dan jika perlu gunakan focus lock atau MF.

4. Subjek bergerak cepat atau tidak terduga, misalnya jika AF terus menerus (AF-C) belum diaktifkan, kamera bisa gagal menangkap momen tepat.

Tips Memaksimalkan Autofocus untuk Hasil Foto Terbaik

1. Pilih mode AF yang sesuai subjek. Misalnya untuk objek diam pilih AF-S; untuk objek bergerak pilih AF-C; jika campuran pilih AF-A.

2. Pilih area fokus sendiri (spot/flexible-spot/zone).

3. Perhatikan kondisi cahaya dan kontras. Hindari latar polos atau minim tekstur saat menggunakan AF, atau gunakan MF.

4. Gunakan focus lock, lalu ubah komposisi jika perlu.

5. Kenali karakteristik lensa karena lensa juga menentukan seberapa baik AF bekerja.

Autofocus merupakan salah satu terobosan besar dalam fotografi modern yang memungkinkan kita untuk menangkap momen dengan cepat, akurat dan efisien tanpa harus memutar ring fokus secara manual.

Namun, agar AF bekerja optimal dan hasilnya sesuai ekspektasi, kita perlu memahami bagaimana cara kerjanya, metode yang digunakan, mode yang tepat untuk tiap situasi serta kemampuan dan keterbatasan lensa atau sensor.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK