Tips Storytelling TikTok untuk Pemula, Auto FYP!

AKURAT.CO Storytelling adalah proses menggabungkan fakta dengan alur cerita untuk kemudian disampaikan kepada audiens agar mereka tertarik pada materi yang dibawakan. Dahulu, teknik ini lebih sering digunakan dalam bentuk tulisan seperti ad copy. Namun sejak TikTok menjadi populer, banyak orang beralih menggunakan video sebagai media utama untuk bercerita.
Dalam dunia kreatif, storytelling memiliki keunggulan tersendiri: membantu kreator membangun hubungan yang positif dengan audiens di media sosial, terutama TikTok menjadi sarana penyampaian pesan yang lebih tepat, serta menjadi strategi efektif untuk mendapatkan simpati dari banyak orang.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang TikTok Awards Indonesia 2025, Siapa Saja yang Sukses Dapat Penghargaan?
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Storytelling di TikTok
1. Kenali Target Audiens
Storytelling sangat dipengaruhi oleh pemilihan bahasa. Karena itu, penting untuk memastikan gaya bahasa yang digunakan sesuai dengan audiensmu.
Tentukan terlebih dahulu siapa yang ingin kamu sasar: apakah pelajar dan mahasiswa, pekerja muda, atau ibu rumah tangga?
Dengan mengetahui target audiens, kamu bisa menyesuaikan karakter cerita. Contohnya, jika audiensmu adalah anak sekolah dan mahasiswa, kamu bisa menggunakan bahasa gaul yang sedang tren, membawakan cerita dengan lebih ceria, dan memilih topik yang dekat dengan kehidupan mereka.
2. Jadilah Apa Adanya
Untuk menghindari cap pembohong atau plagiator, pastikan konten yang kamu bagikan jujur dan orisinal. Cerita orisinal bisa berasal dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain yang kamu izinkan untuk ceritakan, atau cerita fiksi, selama kamu menjelaskan bahwa sifatnya fiktif.
3. Miliki Ciri Khas Sendiri
Bangun identitas yang membedakanmu dari kreator lain. Dalam branding, ini dikenal sebagai brand persona. Meskipun topik cerita mirip, cara penyampaian setiap kreator pasti berbeda.
Ada yang lugas dan terstruktur, ada yang lembut dan estetis, ada pula yang ekspresif dan humoris. Temukan gaya yang paling mencerminkan dirimu.
4. Hindari Blunder
Berhati-hatilah agar tidak menyinggung pihak tertentu. Sudah banyak contoh kreator TikTok yang harus meminta maaf karena tanpa sengaja menyinggung seseorang. Pastikan pilihan kata tetap sopan, tidak provokatif, dan coba posisikan dirimu sebagai orang yang sedang kamu ceritakan agar lebih empatik.
Baca Juga: Caption TikTok yang Cocok untuk Algoritma: Rahasia Tembus FYP 2025
Tips Membuat Storytelling di TikTok
1. Mulai dengan Hook yang Memancing Rasa Penasaran
Awali video dengan hook yang kuat, seperti pertanyaan, pernyataan mengejutkan, atau situasi unik yang membuat penonton berhenti dan ingin tahu kelanjutannya.
Hook berfungsi sebagai pintu masuk ke cerita, semakin relate dan menarik, semakin besar peluang audiens bertahan menonton sampai akhir.
2. Gunakan Struktur Cerita: Masalah – Perjalanan – Solusi
Storytelling yang efektif biasanya mengikuti alur sederhana namun impactful.
Mulailah dengan menjelaskan masalah utamanya, lanjutkan dengan perjalanan atau proses yang kamu alami, dan tutup dengan hasil atau solusi yang kamu temukan. Struktur ini bukan hanya membuat narasi lebih jelas, tetapi juga memberi nilai bagi penonton.
3. Manfaatkan Musik, Caption, dan Efek Pendukung
TikTok tidak hanya bergantung pada cerita, tetapi juga atmosfer yang kamu bangun. Pilih musik yang sesuai suasana, baik sedih, lucu, dramatis, maupun semangat untuk memperkuat emosi.
Tambahkan caption atau subtitle agar video tetap mudah dipahami, bahkan ketika ditonton tanpa suara. Efek visual juga bisa mempertegas mood kontenmu.
4. Tambahkan Call to Action (CTA)
Akhiri video dengan CTA yang sederhana dan interaktif, misalnya “Pernah ngalamin hal serupa?” atau “Kalau kamu, bakal ngapain di situasi ini?”
CTA seperti ini membuat audiens merasa terlibat, meningkatkan peluang mereka meninggalkan komentar, dan secara tidak langsung membantu performa videomu di algoritma TikTok.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









