Akurat

Chip AI Analog Baru dari China Diklaim 1.000 Kali Lebih Cepat dari GPU Nvidia

Petrus C. Vianney | 23 November 2025, 19:40 WIB
Chip AI Analog Baru dari China Diklaim 1.000 Kali Lebih Cepat dari GPU Nvidia

AKURAT.CO Para peneliti di China membuat chip analog berkecepatan tinggi yang mampu menangani perhitungan matematis kompleks untuk riset ilmiah dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini disebut lebih efisien daripada komputasi digital karena memakai daya lebih sedikit.

Chip ini dikembangkan tim Universitas Peking dengan memori resistif yang memungkinkan pemrosesan data jauh lebih cepat. Studi di Nature Electronics menyebut perangkat tersebut berpotensi bekerja hingga 1.000 kali lebih cepat dari GPU Nvidia H100.

Komputasi analog selama ini dinilai terkendala pada presisi dan skalabilitas. Namun, tim peneliti menyebut pendekatan baru mereka mampu memberikan throughput 1.000 kali lebih tinggi dan efisiensi energi 100 kali lebih baik dari prosesor digital kelas atas dengan akurasi setara.

Berbeda dari sistem digital yang berbasis angka biner, komputasi analog memproses informasi melalui nilai kontinu seperti sakelar lampu dengan tingkat kecerahan bertahap. Cara kerja ini membuat perangkat baru tersebut mampu mencapai akurasi setara sistem digital untuk kebutuhan AI dan komunikasi 6G.

Chip analog ini juga diuji untuk mendeteksi sinyal komunikasi nirkabel dan hasilnya dapat menandingi performa prosesor digital. Temuan ini menunjukkan potensi besar komputasi analog untuk menangani tugas intensif, seperti pemrosesan sinyal dan pelatihan jaringan saraf.

Selama ini, komputer digital mendominasi karena fleksibilitas dan kapasitas penyimpanannya yang besar. Namun, beban perhitungan skala besar, misalnya simulasi cuaca atau pemrosesan matriks untuk AI mulai menekan batas fisik teknologi digital.

Menurut peneliti, konsumsi energi tinggi dan pemisahan antara unit pemrosesan dan memori menjadi tantangan utama yang sulit diatasi dalam komputasi digital modern. Komputasi analog menawarkan solusi karena memanfaatkan besaran fisik seperti arus dan tegangan untuk menyelesaikan masalah secara langsung.

Teknologi analog sebenarnya telah ada sejak lama, dari Mekanisme Antikythera hingga komputer air buatan Vladimir Lukyanov pada 1936. Namun, keterbatasan presisi membuatnya tertinggal dari teknologi digital selama beberapa dekade.

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (23/11/2025), penggunaan memori resistif kini dinilai mampu mengatasi kendala tersebut. Teknologi ini juga mempercepat penyelesaian persamaan matriks yang menjadi inti berbagai aplikasi AI.

Tim peneliti menyatakan perangkat mereka telah melampaui GPU kelas atas dalam pengujian skala menengah. Mereka juga memperkirakan peningkatan sirkuit akan terus meningkatkan performanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.