Akurat

Google Peringatkan Lonjakan Penipuan Online di Bulan November, Berikut Daftar Modus yang Harus Diwaspadai

Petrus C. Vianney | 14 November 2025, 18:13 WIB
Google Peringatkan Lonjakan Penipuan Online di Bulan November, Berikut Daftar Modus yang Harus Diwaspadai

 

AKURAT.CO Google mengimbau seluruh pengguna internet untuk meningkatkan kewaspadaan sepanjang November ini. Peringatan ini muncul setelah ditemukannya peningkatan besar dalam aktivitas penipuan online di berbagai platform digital.

Tim Kepercayaan dan Keamanan Google mencatat bahwa penipuan kini banyak terjadi di situs lowongan kerja, toko aplikasi dan platform belanja daring. Pola penipuan semakin canggih dan sulit dikenali oleh pengguna umum.

Sebagian besar modus tersebut bahkan sudah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Target utama para penipu adalah pencari kerja, pelaku usaha kecil dan pembeli yang tengah berburu promo akhir tahun.

1. Lowongan kerja palsu

Penipu sering menyamar sebagai perusahaan resmi dan meminta biaya pelatihan atau administrasi di awal proses rekrutmen. Penipu memanfaatkan kepercayaan korban dengan menampilkan identitas perusahaan palsu.

Beberapa pelaku bahkan melakukan wawancara palsu untuk mencuri data pribadi dan informasi rekening bank. Google mengingatkan agar pelamar hanya melamar melalui situs resmi perusahaan yang telah terverifikasi.

2. Serangan ulasan palsu (review bombing)

Pelaku memberikan banyak ulasan bintang satu pada bisnis tertentu lalu meminta uang sebagai 'tebusan' agar ulasan negatif dihentikan. Google kini menyediakan alat pelaporan langsung bagi pemilik bisnis untuk menangani kasus seperti ini.

3. Penipuan aplikasi atau alat AI palsu

Popularitas teknologi AI kini dimanfaatkan oleh penipu untuk menyebarkan aplikasi palsu yang diklaim gratis. Banyak dari aplikasi tersebut justru berisi malware berbahaya yang mengancam keamanan data pengguna, sebagaimana dikutip dari Mashable, Rabu (12/11/2025).

Beberapa aplikasi palsu juga dirancang untuk mencuri informasi login atau akun pribadi. Google menyarankan agar pengguna hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play atau situs web terpercaya.

4. Aplikasi VPN berbahaya

VPN palsu yang mengatasnamakan merek terkenal kini marak beredar di media sosial dan situs tidak resmi. Modus ini menipu pengguna dengan tampilan yang tampak meyakinkan agar mau mengunduh aplikasi tersebut.

Aplikasi berbahaya itu sering meminta izin akses berlebihan dan diam-diam menanamkan spyware di perangkat. Karena itu, pengguna disarankan selalu memeriksa sumber serta izin aplikasi sebelum memasangnya.

5. Penipuan pemulihan dana

Penipu berpura-pura sebagai lembaga resmi dan menawarkan bantuan memulihkan dana curian dengan biaya tertentu. Google menegaskan bahwa instansi sah tidak pernah meminta bayaran untuk memproses pengembalian dana.

6. Penipuan belanja liburan

Menjelang Black Friday dan Cyber Monday, penipuan belanja online meningkat pesat di berbagai platform. Banyak situs toko palsu dan pesan phishing bermunculan untuk menjerat pembeli yang tergiur promo besar.

Penipu sering menawarkan harga yang tampak terlalu murah atau mengirim notifikasi pengiriman palsu untuk mencuri data pribadi. Karena itu, pastikan berbelanja hanya di situs resmi dan hindari tautan yang mencurigakan.

Google mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap setiap tawaran online yang tampak tidak wajar. Tetap gunakan sumber terpercaya dan aktifkan perlindungan keamanan digital untuk mencegah potensi kerugian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.