Tiongkok Fokus pada Teknologi Kuantum dan AI dalam Rencana Lima Tahun 2035

AKURAT.CO Tiongkok menjadikan teknologi kuantum sebagai pilar utama dalam Rencana Lima Tahun ke-14 dan visi 2035. Dokumen Dewan Negara menggabungkan kuantum dengan kecerdasan buatan (AI), fotonik, manufaktur canggih dan bahan baru dalam strategi inovasi.
Rencana ini fokus pada pembangunan laboratorium nasional dan fasilitas industri, seperti Laboratorium Nasional Ilmu Informasi Kuantum di Hefei dan jaringan komunikasi kuantum antara Beijing dan Shanghai. Hal ini menandai pergeseran dari penelitian eksperimen ke penerapan industri.
Program kuantum Tiongkok mencakup komputasi, komunikasi dan penginderaan. Satelit Micius yang diluncurkan pada 2016 menjadi tonggak awal, sementara perusahaan seperti Origin Quantum dan TuringQ mengembangkan komputer kuantum dan teknologi fotonik.
Selain kuantum, AI dianggap sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan tata kelola. Fotonik, mikroelektronika dan bahan baru juga menjadi prioritas untuk mendukung kemandirian nasional dalam berbagai sektor teknologi tinggi, sebagaimana dikutip dari Quantum Insider, Sabtu (1/11/2025).
Dibandingkan rencana lima tahun sebelumnya, fokus Tiongkok pada kuantum semakin meningkat. Penyebutan kuantum naik dari dua kali pada 2016-2020 menjadi enam kali, menandai peralihan dari penelitian laboratorium ke industrialisasi dan integrasi sistem.
Dokumen ini menegaskan konvergensi teknologi mendalam, mengintegrasikan sistem fisik dan siber melalui konsep Cina digital. Pendanaan dan implementasi dilakukan melalui kementerian dan provinsi, yang juga membuka peluang kerja sama serta investasi asing.
Pendekatan Tiongkok lebih terpusat dibanding Barat, menggabungkan laboratorium, universitas dan industri dalam satu kerangka nasional. Namun, rencana ini bersifat aspiratif tanpa rincian anggaran atau target teknis, sehingga keberhasilan tergantung pada implementasi lokal dan kondisi global.
Menjadikan kuantum dan teknologi mendalam sebagai pilar strategi, Tiongkok berusaha menghubungkan sains dengan aplikasi praktis. Siklus kebijakan berikutnya akan menentukan apakah ambisi ini menempatkan negara di posisi terdepan global atau tetap terbatas di lingkungan penelitian negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








