Kenali Bahaya Ketergantungan pada Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

AKURAT.CO Media sosial awalnya diciptakan untuk menghubungkan manusia. Kini, ia justru kerap menjadi sumber stres, kecemasan, bahkan depresi. Banyak penelitian menunjukkan hubungan kuat antara penggunaan berlebihan media sosial dan menurunnya kesejahteraan psikologis, terutama di kalangan remaja.
Algoritma media sosial dirancang untuk membuat pengguna terus terlibat. Setiap “like” atau notifikasi kecil melepaskan dopamin di otak, menciptakan efek candu seperti perjudian ringan. Akibatnya, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam scrolling tanpa tujuan.
Dampaknya nyata, kurang tidur, menurunnya fokus, meningkatnya perasaan tidak cukup baik, serta kecemasan sosial karena perbandingan diri dengan orang lain.
Namun bukan berarti media sosial harus dihindari sepenuhnya. Dengan kontrol diri, kamu bisa menjadikannya alat produktif.
Batasi waktu penggunaan harian, unfollow akun yang menimbulkan stres, dan isi feed dengan konten edukatif atau positif. Intinya, media sosial bukan musuh, tapi alat yang perlu dikendalikan, bukan dikendalikan olehnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









