7 Langkah Bijak Menghadapi Era AI Tanpa Takut Tergeser

AKURAT.CO Kekhawatiran bahwa AI akan “mengambil alih pekerjaan manusia” memang beralasan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita beradaptasi. Alih-alih takut, sebaiknya kita fokus pada penguasaan keterampilan yang tidak bisa digantikan AI.
Pertama, kuasai kemampuan analisis dan berpikir kritis. AI bisa memberi data, tapi interpretasi dan keputusan tetap manusia.
Kedua, kembangkan empati dan komunikasi interpersonal, dua hal yang belum bisa disamai mesin. Ketiga, pelajari AI itu sendiri. Pahami cara kerjanya agar kamu bisa memanfaatkannya, bukan tersingkir olehnya.
Keempat, fokus pada pekerjaan berbasis kreativitas, strategi, dan inovasi. Kelima, gunakan AI untuk memperkuat kinerja, misalnya otomatisasi laporan, penulisan konten, atau riset pasar.
Keenam, jangan abaikan etika digital. AI bisa salah arah tanpa batas moral yang jelas. Dan terakhir, tetap belajar sepanjang hidup.
Dunia kerja berubah cepat, dan yang bertahan bukan yang paling pintar, melainkan yang paling adaptif. AI bukan akhir dari karier manusia, ia justru awal dari cara kerja baru yang lebih kolaboratif antara kecerdasan alami dan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








