Akurat

Cina Percepat Kemandirian Teknologi di Tengah Ketegangan dengan AS

Petrus C. Vianney | 24 Oktober 2025, 17:40 WIB
Cina Percepat Kemandirian Teknologi di Tengah Ketegangan dengan AS

AKURAT.CO Cina berjanji mempercepat kemandirian teknologi di tengah meningkatnya ketegangan dagang dengan Amerika Serikat. Hal ini menegaskan dorongan jangka panjang Beijing untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional.

Komunike Partai Komunis Cina menyatakan bahwa rencana pembangunan lima tahun 2026-2030 akan fokus pada peningkatan kemandirian dan kekuatan ilmiah serta teknologi. Janji ini muncul setelah rancangan rencana pembangunan disetujui oleh pihak berwenang.

Washington telah memperketat pembatasan terhadap akses Cina pada semikonduktor dan teknologi canggih. Pembatasan ini berdampak pada sektor penting seperti kecerdasan buatan dan industri high-tech lainnya.

Presiden Donald Trump juga mendukung inisiatif senilai $500 miliar (sekitar Rp8,3 triliun) untuk menjaga kepemimpinan Amerika dalam sistem AI canggih. Upaya ini dipandang Beijing sebagai upaya menahan kemajuan teknologi Cina.

Presiden Xi Jinping menekankan bahwa Cina bertujuan mencapai keunggulan dalam AI. Selain itu, produksi chip dan perangkat lunak domestik akan terus diperkuat sebagai bagian dari modernisasi teknologi.

Sebagai respons, Beijing memberlakukan pembatasan ekspor logam tanah jarang yang penting bagi industri teknologi tinggi AS. Trump menyoroti langkah ini sebagai bagian dari 'perang dagang' antara kedua negara, sebagaimana dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (24/10/2025).

Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan bahwa strategi teknologi adalah bagian dari visi dunia multipolar yang setara dan teratur. Mereka menekankan bahwa kemandirian dan kepercayaan diri menjadi prioritas utama negara.

Pertemuan puncak APEC minggu depan di Korea Selatan akan menjadi momen bagi Trump dan Xi Jinping untuk membahas kesepakatan perdagangan. AS berharap pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang 'adil' bagi kedua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.