Akurat

Power Bank Terbakar di China, Ini Bahayanya Jika Disimpan di Bagasi

Petrus C. Vianney | 21 Oktober 2025, 11:14 WIB
Power Bank Terbakar di China, Ini Bahayanya Jika Disimpan di Bagasi

AKURAT.CO Penerbangan Air China rute Hangzhou-Seoul (CA139) pada Sabtu (18/10/2025) mendadak panik setelah baterai lithium di bagasi kabin terbakar. Asap tebal memenuhi kabin hingga pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Shanghai Pudong.

Pesawat yang membawa sekitar 160 penumpang itu dilaporkan sempat dalam kondisi mencekam selama beberapa menit. Sumber api berasal dari baterai lithium yang disimpan di kompartemen atas kepala penumpang.

"Sebuah baterai lithium terbakar secara spontan di bagasi kabin seorang penumpang yang disimpan di kompartemen bagasi kabin pada penerbangan CA139," ujar maskapai Air China dalam pernyataan resmi di platform Weibo, dikutip Selasa (21/10/2025).

Imbauan dari Maskapai

Air China mengimbau penumpang agar mematuhi aturan penggunaan dan penyimpanan power bank serta perangkat elektronik di pesawat. Kepatuhan terhadap ketentuan ini penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang selama penerbangan.

Baterai lithium dikenal berpotensi berbahaya bila tidak ditangani dengan benar. Risiko seperti korsleting, panas berlebih, hingga kebakaran bisa muncul jika perangkat disimpan atau digunakan secara sembarangan.

Aturan Membawa Power Bank di Pesawat

Untuk mencegah insiden serupa, sejumlah maskapai di dunia, menetapkan aturan ketat bagi penumpang yang membawa power bank. Berikut ketentuannya secara rinci:

1. Power bank hanya boleh dibawa di bagasi kabin
Penumpang dilarang menaruhnya di bagasi tercatat (checked baggage), karena area tersebut sulit dijangkau bila terjadi kebakaran.

2. Batas kapasitas daya:
- Power bank dengan kapasitas kurang dari 100 Wh (setara 20.000 mAh) boleh dibawa tanpa izin tambahan.
- Power bank 100-160 Wh (20.000-32.000 mAh) hanya boleh dibawa maksimal dua unit per orang dan harus dalam kondisi baik serta tidak digunakan selama penerbangan.

3. Tidak boleh digunakan selama penerbangan
Penumpang dilarang mengisi daya perangkat menggunakan power bank di dalam pesawat karena dapat menimbulkan panas berlebih.

Ketentuan Membawa Perangkat Elektronik dengan Baterai Lithium

Selain power bank, perangkat elektronik pribadi juga memiliki aturan tersendiri. Maskapai menetapkan bahwa:

- Perangkat seperti ponsel, laptop, kamera, jam tangan dan camcorder harus dibawa dalam bagasi kabin, bukan bagasi tercatat.
- Baterai cadangan (spare battery) wajib dilindungi secara individual untuk mencegah hubungan arus pendek. Disarankan menggunakan kemasan asli atau membungkus terminal dengan isolasi/pelindung plastik.
- Baterai lithium metal atau alloy harus memiliki kandungan lithium kurang dari 2 gram, sedangkan baterai lithium-ion tidak boleh melebihi 100 Wh (20.000 mAh).

Tips Aman untuk Penumpang

Sebelum bepergian, penumpang disarankan memeriksa kapasitas daya power bank dan kondisi baterai perangkat elektronik. Berikut beberapa tips keselamatan tambahan:

1. Jangan menyimpan baterai cadangan di tas atau kompartemen atas kepala (head rack).
2. Simpan baterai dalam kemasan pelindung untuk menghindari korsleting.
3. Hindari penggunaan power bank untuk mengisi daya selama penerbangan.
4. Segera laporkan kepada awak kabin jika muncul bau terbakar atau panas tidak wajar dari perangkat elektronik.

Insiden di penerbangan Air China CA139 menjadi pengingat pentingnya mematuhi aturan keselamatan baterai lithium. Dengan kedisiplinan penumpang, risiko kebakaran bisa ditekan sehingga penerbangan tetap aman dan nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.