TransTRACK Academy Siapkan SDM Teknis Unggul Hadapi Era Digital Transportasi

AKURAT.CO Transformasi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara manusia bekerja dan beradaptasi dalam dunia industri.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) dengan kemampuan teknis yang relevan menjadi semakin penting.
Keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada perangkat atau sistem, tetapi juga pada manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkannya.
Dalam sektor transportasi dan logistik, dampak perubahan ini terasa sangat signifikan. Banyak perusahaan mulai menerapkan sistem berbasis Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan analisis data untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Namun, tantangan utama muncul dari keterbatasan tenaga kerja yang memahami teknologi baru.
Tanpa SDM yang terampil, digitalisasi hanya akan menjadi slogan tanpa hasil nyata.
Kesenjangan keterampilan antara generasi pekerja lama dan kebutuhan industri modern menjadi perhatian serius.
Banyak teknisi masih terbiasa dengan sistem manual dan belum akrab dengan perangkat digital seperti sensor, GPS, serta sistem manajemen berbasis cloud.
Karena itu, transformasi SDM teknis melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi kunci agar adaptasi terhadap era digital dapat berjalan efektif.
Baca Juga: Bahlil: Audit Lingkungan Jadi Penentu Nasib Operasi Gag Nikel
Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK Academy meluncurkan program pelatihan Fleet Engineering, yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi teknisi di industri transportasi dan logistik.
Program ini berfokus pada penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan pengelolaan armada modern.
“Kami ingin memastikan tenaga teknis di Indonesia memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini,” ujar Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK.
Pelatihan ini terdiri dari delapan sesi yang digelar setiap minggu, mencakup materi kelistrikan dasar kendaraan, instalasi perangkat GPS, hingga teknik troubleshooting dan pemeliharaan sistem armada.
Tidak hanya teori, peserta juga mendapat kesempatan praktik langsung di lapangan.
“Pendekatan berbasis praktik menjadi inti dari program ini, karena kami ingin peserta benar-benar memahami teknologi yang akan mereka gunakan,” tambah Anggia.
Program Fleet Engineering – Basic juga menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja terlatih.
Dengan pelatihan ini, industri diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi dengan teknologi digital tanpa terkendala oleh kekurangan SDM terampil.
TransTRACK Academy menilai, peningkatan kapasitas tenaga teknis akan berdampak langsung pada efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan keandalan armada.
Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat kompetensi dari TransTRACK Academy.
Mereka yang menunjukkan performa terbaik juga berpeluang bergabung dengan tim profesional TransTRACK, membuka jalan karier baru di bidang manajemen armada dan teknologi transportasi.
Baca Juga: Ramalan Keuangan Zodiak Terbaru 16 Oktober 2025: Taurus, Gemini, Pisces, dan Scorpio
“Kami melihat pelatihan ini bukan sekadar pendidikan teknis, tetapi juga investasi untuk masa depan tenaga kerja Indonesia,” tutup Anggia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










