Akurat

Chip AI Baru Nvidia RTX6000D Sepi Peminat di Pasar Cina

Petrus C. Vianney | 19 September 2025, 15:48 WIB
Chip AI Baru Nvidia RTX6000D Sepi Peminat di Pasar Cina

AKURAT.CO Nvidia baru saja meluncurkan chip kecerdasan buatan (AI) RTX6000D untuk pasar Cina. Namun, respons pasar terbilang lesu karena sejumlah perusahaan teknologi besar enggan melakukan pemesanan.

Kabarnya, RTX6000D dinilai terlalu mahal dibandingkan dengan performanya. Uji coba menunjukkan kinerjanya kalah dari RTX5090, chip yang dilarang masuk ke Cina tetapi masih beredar di pasar abu-abu dengan harga jauh lebih murah.

Beberapa raksasa teknologi, termasuk Alibaba, Tencent dan ByteDance, disebut masih menunggu kepastian soal pengiriman chip H20 dari Nvidia. Meskipun izin penjualan sudah dikembalikan pada Juli lalu, distribusinya belum juga dimulai.

Selain H20, perusahaan teknologi Cina juga menantikan chip B30A yang lebih kuat. Namun, produk ini masih menunggu persetujuan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Ketiga chip itu merupakan versi terbatas dari model global Nvidia, yang disesuaikan agar sesuai dengan aturan ekspor AS. Washington berupaya menahan laju pengembangan teknologi AI di Cina dengan pembatasan ini.

Baca Juga: AS Batasi Pengiriman Chip TSMC ke Cina di Tengah Persaingan Teknologi

Lesunya permintaan RTX6000D cukup berbeda dengan perkiraan analis pasar. JPMorgan sempat memprediksi Nvidia memproduksi 1,5 juta chip ini pada paruh kedua 2025, sementara Morgan Stanley memperkirakan hingga 2 juta unit.

Dikutip dari Reuters, Rabu (17/9/2025), pengiriman RTX6000D sudah dimulai pekan ini. Meski begitu, Nvidia menyebut pasar AI sangat kompetitif dan mereka berusaha menghadirkan produk terbaik.

Di sisi lain, hubungan dagang AS-Cina kembali memanas. Beijing bahkan menuding Nvidia melanggar aturan anti-monopoli, yang menambah ketidakpastian bisnis perusahaan di negara tersebut.

Pemerintah Cina juga memanggil sejumlah perusahaan, termasuk Tencent dan ByteDance, terkait pembelian chip H20. Mereka diminta menjelaskan alasan pemesanan sekaligus menanggapi kekhawatiran risiko keamanan informasi.

RTX6000D sendiri menggunakan arsitektur Blackwell terbaru dengan bandwidth memori 1.398 GB per detik, sedikit di bawah batas 1,4 TB yang ditetapkan aturan AS. Chip ini dikembangkan untuk menggantikan H20 yang sempat dilarang penjualannya pada April lalu.

H20 menggunakan arsitektur Hopper yang lebih lama, namun memiliki bandwidth memori lebih besar. Meski begitu, chip ini dibanderol dengan harga lebih tinggi dan distribusinya tertunda akibat kendala teknis serta regulasi.

Saat ini, perhatian industri beralih pada chip B30A yang dikembangkan Nvidia. Produk ini digadang-gadang mampu menghadirkan performa enam kali lebih tinggi dibanding H20 jika mendapat persetujuan dari Washington.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.