Akurat

Meluncur Didukung SpaceX, Ini Misi Satelit Nusantara Lima

Petrus C. Vianney | 12 September 2025, 20:45 WIB
Meluncur Didukung SpaceX, Ini Misi Satelit Nusantara Lima

AKURAT.CO SpaceX meluncurkan satelit komunikasi Indonesia ke orbit pada 2025. Roket Falcon 9 yang membawa Nusantara Lima lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Rabu (10/9/2025) malam atau Kamis (12/9/2025) pagi.

Peluncuran ini sempat tertunda tiga hari akibat cuaca buruk. Sekitar 8,5 menit setelah lepas landas, tahap pertama roket berhasil mendarat mulus di kapal drone 'A Shortfall of Gravitas' yang berada di Samudra Atlantik.

Menurut SpaceX, misi ini menjadi peluncuran dan pendaratan ke-23 untuk pendorong Falcon 9 dengan kode 1078. Angka tersebut hanya terpaut tujuh dari rekor penerbangan ulang terbanyak yang dicatat perusahaan pada peluncuran satelit Starlink bulan lalu.

Dikutip dari Space, Jumat (12/9/2025), tahap atas Falcon 9 melanjutkan perjalanan untuk menempatkan satelit Nusantara Lima di orbit transfer geosinkron. Sekitar 27,5 menit setelah peluncuran, satelit berhasil dikerahkan sesuai jadwal.

Satelit buatan Boeing ini akan menempati orbit geosinkron setinggi 35.785 kilometer di atas Bumi. Posisi tersebut membuat satelit 'diam' di atas satu wilayah, sehingga ideal untuk komunikasi dan pengamatan cuaca.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), sebagai operator, menargetkan Nusantara Lima mulai beroperasi pada 2026. Satelit ini akan mendukung layanan komunikasi di seluruh 17.000 pulau Indonesia dan beberapa negara tetangga.

Dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps, Nusantara Lima diproyeksikan memperluas akses internet hingga ke daerah terpencil. PSN menegaskan satelit ini akan mendukung sekolah, komunitas dan bisnis yang sebelumnya belum memiliki koneksi stabil.

Peluncuran Nusantara Lima juga menegaskan peran Indonesia sebagai salah satu negara pionir dalam pemanfaatan teknologi satelit untuk memperluas jangkauan komunikasi. Kehadiran satelit ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan digital di Tanah Air.

Hingga September 2025, peluncuran ini menjadi misi Falcon 9 ke-114 dalam setahun. Lebih dari 70 persen misi tersebut digunakan untuk memperbesar jaringan satelit Starlink di orbit rendah Bumi.

Selain Falcon 9, SpaceX juga fokus mengembangkan roket raksasa Starship yang ditujukan untuk misi luar angkasa jarak jauh. Uji terbang terbaru Starship berlangsung pada 26 Agustus lalu dan dinyatakan sukses penuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.